Bisnis

Kapan BPNT dan PKH Alokasi September-Oktober 2024 Cair? Inilah Hasil Update Terbaru di DTKS dan SIKS-NG

Oleh: Anisha Mulyati Inayah Selasa 01 Okt 2024, 16:37 WIB
Sejak pertengahan bulan lalu, banyak KPM yang mempertanyakan terkait kapan BPNT dan PKH alokasi September-Oktober 2024 cair.

AYOJAKARTA.COM -- Sampai dengan hari ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) masih menunggu informasi pencairan.

Sejak pertengahan bulan lalu, banyak KPM yang mempertanyakan terkait kapan BPNT dan PKH alokasi September-Oktober 2024 cair.

Jawaban tersebut tentunya sangat ditunggu-tunggu, baik oleh penerima BPNT maupun PKH.

Baca Juga: Cair Dipercepat! 6 Bantuan Sosial Siap Salur mulai 1-20 Oktober 2024, Salah Satunya PKH dan BPNT September-Oktober

Sebelumnya, banyak beredar struk penarikan uang dari berbagai agen bank penyalur bansos BPNT dan PKH.

Banyak pihak mengklaim bahwa dana tersebut merupakan dana bansos alokasi September-Oktober yang sudah waktunya cair.

Terlebih, beberapa struk menunjukkan nominal yang sama dengan besaran dana banson BPNT, yakni Rp400 ribu.

Baca Juga: UPDATE! Status Bansos PKH BPNT Periode September-Oktober di SIKS-NG Pada Hari Ini

Nah, apakah benar BPNT dan PKH saat ini sudah cair? Simak ulasannya sebagai berikut.

Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Dunia Bansos, sampai dengan saat ini, Senin, 1 Oktober 2024, dana BPNT dan PKH dipastikan belum cair.

Dilihat dari update terbaru di laman Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), bantuan ini belum muncul.

Baca Juga: UPDATE! Status Bansos PKH BPNT Periode September-Oktober di SIKS-NG Pada Hari Ini

Begitupun dengan update terbaru di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG), statusnya masih belum update ke SI, namun masih tetap di SPM.

Hal ini sudah dibuktikan melalui akun SIKS-NG supervisor dan pendamping sosial.

Dapat disimpulkan jika struk penarikan dana yang beredar itu merupakan struk lama alias alokasi bansos tahap sebelumnya.***

Reporter Anisha Mulyati Inayah
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil