Bisnis

Bantuan Beras 20 Kg Mulai Disalurkan Pekan Ini, Siapa Prioritas Pertama?

Oleh: Fina Salsabila Aura Selasa 17 Jun 2025, 20:20 WIB
Pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua masih berlangsung secara bertahap.

 
AYOJAKARTA.COM - Per tanggal 17 Juni 2025, pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua masih berlangsung secara bertahap.

Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengalami pencairan tidak serentak, dimana ada yang sudah menerima BPNT namun PKH-nya belum cair, atau sebaliknya.

Kondisi ini wajar terjadi mengingat sistem pencairan yang memang dilakukan secara bertahap untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran.
 
Baca Juga: REVIEW Huawei Nova 13 Pro: Hadirkan Kamera Depan Ganda, Siap Jadi Juara Selfie? Intip Fitur Unggulannya di Sini…

Sebagai contoh konkret, seorang KPM melaporkan menerima bantuan PKH senilai Rp450.000 untuk komponen anak sekolah SD (2 orang × Rp225.000), namun komponen SMA dan balita belum tercairkan.

Hal ini terjadi karena anak balita masuk kategori anak keempat (padahal maksimal pembayaran hanya sampai anak balita kedua).

Sedangkan untuk anak SMA kemungkinan terjadi ketidaksinkronan data antara Dapodik dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Seperti perbedaan nama, tanggal lahir, atau NIK yang menyebabkan sistem tidak dapat memproses pembayaran.

Berdasarkan informasi dari Detik Finance yang dipublikasikan pada 16 Juni 2025, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengumumkan bahwa bantuan pangan berupa beras 10 kg untuk 18,3 juta KPM akan mulai disalurkan pada pekan ini sebagai bagian dari stimulus pemerintah.

Total bantuan beras mencapai 20 kg yang merupakan gabungan alokasi Juni dan Juli (masing-masing 10 kg).
 
Baca Juga: Juni Berkah! 4 Program Bantuan Ini Disalurkan pada Akhir Bulan, Ada yang Cair hingga Rp1 Juta

Penyaluran ini tidak akan dilakukan serentak, melainkan diprioritaskan pada daerah-daerah dengan harga beras yang cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain, kemudian secara bertahap akan disalurkan ke seluruh wilayah.

Data 18,3 juta KPM ini diambil dari database DTKS Kementerian Sosial RI dan mencakup penerima bantuan BPNT.

Sementara itu, untuk bantuan tambahan berupa uang tunai, penyaluran akan mengikuti pola distribusi yang sudah ada melalui sistem perbankan dan PT Pos Indonesia.

Munculnya data final closing di sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) menjadi indikator kuat bahwa pencairan bantuan sosial PKH dan BPNT tahap kedua 2025 serta penebalan BPNT Rp400.000 melalui PT Pos Indonesia akan segera dilaksanakan.

Berdasarkan pengalaman pencairan periode-periode sebelumnya, Kementerian Sosial RI menerapkan strategi pencairan terintegrasi dimana bantuan PKH, BPNT, dan penebalan BPNT akan dicairkan bersamaan untuk mengoptimalkan efisiensi waktu dan menekan biaya operasional.
 
Baca Juga: Sudah Daftar Jalur Afirmasi tapi Kepental Sekolah? Jangan Khawatir, CMB Bisa Daftar SPMB Bersama Jakarta 2025, Ketentuan di Sini

Strategi ini diterapkan mengingat setiap pencairan melalui PT Pos Indonesia memerlukan biaya jasa penyaluran, sehingga pencairan terpisah akan meningkatkan cost secara signifikan.

Prediksi pencairan bantuan-bantuan tersebut diperkirakan akan dimulai mendekati akhir Juni 2025.

Mengingat data final closing sudah tersedia di sistem dan tinggal menunggu proses administratif berupa status SPM (Surat Perintah Membayar) dan verifikasi di menu view DTKS.

Bagi KPM yang mengalami kendala ketidaksinkronan data, disarankan untuk melakukan crosscheck dengan pihak sekolah guna memastikan kesesuaian data Dapodik dengan DTKS.***
Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky