Bisnis

Hasil Cek SIKS-NG Status Kepesertaan KPM PKH dan BPNT Juli-Agustus Aktif tapi Gagal Salur? Ini Solusi agar Dana Berhasil Cair

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Kamis 08 Agu 2024, 13:39 WIB
Kemensos secara resmi telah mencairkan bansos PKH dan BPNT periode salur Juli-Agustus melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara dan BSI.

AYOJAKARTA.COM — Kemensos secara resmi telah mencairkan bansos PKH dan BPNT periode salur Juli-Agustus melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara dan BSI.

Terpantau hingga hari ini, Kamis, 8 Agustus 2024, KKS empat bank, antara lain Bank BNI, Mandiri, BRI, dan BSI khusus wilayah Provinsi Aceh sudah menerima saldo masuk bansos PKH dan BPNT periode salur Juli-Agustus secara bertahap.

Bansos PKH dan BPNT periode Juli-Agustus dicairkan secara non tunai kepada KPM dengan target penerima yang berbeda.

Untuk bansos PKH periode Juli-Agustus dicairkan untuk 10 juta KPM PKH murni dan KPM PKH+BPNT sedangkan BPNT disalurkan kepada 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH.

Berikut rincian nominal pencairan bansos PKH Juli-Agustus via KKS:

Baca Juga: Status Penerima KJP Plus Tahap 1 Agustus Tiba-Tiba Batal Padahal Bansos Cair untuk 533.649 KPM SD-SMA/SMK? Ini Solusi agar Berhasil Salur

- Kategori anak SD sederajat Rp150 ribu

- Kategori anak SMP sederajat Rp250 ribu

- Kategori anak SMA/SMK sederajat Rp334 ribu

- Kategori lansia usia 60 tahun ke atas Rp400 ribu

- Kategori penyandang disabilitas berat Rp400 ribu

- Kategori ibu hamil Rp500 ribu

- Kategori anak usia dini (0-6 tahun) Rp500 ribu

- Kategori korban pelanggaran HAM berat Rp1,8 juta

Sedangkan untuk pencairan bansos BPNT periode Juli-Agustus disalurkan dengan nominal Rp400 ribu.

Lalu, bagaimana jika KPM belum menerima pencairan bantuan PKH dan BPNT periode Juli-Agustus padahal status kepesertaan masih aktif?

Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan video di kanal YouTube DIARY BANSOS, KPM bisa mengecek status kepesertaan apakah masih dilayakkan sebagai penerima bansos PKH dan BPNT periode Juli-Agustus melalui SIKS-NG.

Jika status kepesertaan peserta masih aktif dan periode salue bansos PKH dan BPNT sudah menunjukkan keterangan periode salur Juli-Agustus, maka dipastikan 99% saldo bantuan akan masuk KKS tetapi masih bertahap.

Lain halnya dengan status kepesertaan KPM masih aktif tetapi muncul keterangan SP2D gagal salur atau gagal verifikasi cek rekening, maka KPM perlu menindaklanjuti agar dana berhasil salur.

Beberapa penyebab kegagalan verifikasi data penerima bansos PKH dan BPNT periode salur Juli-Agustus atau periode pencairan sebelumnya, sebagai berikut.

Baca Juga: Kabar Bahagia, KPM Cek KKS Saldo Rp400 Ribu Bansos BPNT Periode Juli Agustus Cair di Bank ini

1.  NIK KPM sudah valid tetapi belum ditemukan di Dispendukcapil

Jika KPM menemukan kendala seperti ini, maka KPM perlu meng-update KK (Kartu Keluarga) ke Dispendukcapil sehingga data KPM bisa padan dan sinkron dengan DTKS.

Baca Juga: Selamat! Jelang 17 Agustus, 22 Juta KPM Dapat Bansos Tambahan, Bukan PKH dan BPNT?

2.  NIK ganda

Jika KPM menemukan kendala pada NIK yang terpantau ganda maka segera menghubungi pihak operator SIKS-NG desa atau kelurahan masing-masing daerah agar dilakukan perbaikan data.

Baca Juga: Rabu Berkah! KKS BRI dan Mandiri Ramai Masuk Saldo Bantuan hingga Rp1,2 Juta, Nominal Cair KPM PKH Kategori Ini Berubah?

3. NIK KPM ditemukan berbeda dengan data Dukcapil (NIK dipakai orang yang berbeda)

Jika KPM menemukan kendala karena nomor NIK berbeda dengan data Dukcapil, segera lakukan perbaikan data diri secara mandiri dengan cara memperbaharui data yang valid di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) sehingga padan dengan DTKS.

KPM wajib melampirkan berkas pendukung, seperti KTP elektronik, KK, dan lainnya untuk proses verifikasi data diri di Dispendukcapil.

Baca Juga: MAAF! KPM yang Punya 4 Komponen Ini Dipastikan Terlambat Cair Bansos PKH Juli-Agustus, Pencairan Diprediksi...

4. KPM tidak memiliki buku rekening

Jika kendala tidak adanya buku rekening untuk pencairan dana bansos PKH dan BPNT periode Juli-Agustus, KPM segera menghubungi pihak perbankan untuk membuat buku rekening baru.***

TAGS:
Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Tedi Rukmana