Bisnis

Saldo Masuk Rp400 Ribu di KKS Hari Ini, Buruan Cek SIKS-NG Bansos PKH dan BPNT Juli-Agustus 2024!

Oleh: Linda Wati Rabu 24 Jul 2024, 10:05 WIB
Ilustrasi Dana Bansos

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini beredar bukti struk pencairan bantuan sosial (bansos) yang dikabarkan PKH dan BPNT alokasi Juli-Agustus 2024.

Beredarnya struk pencairan bantuan sosial itupun membuat masyarakat bertanya-tanya soal bansos apa yang cair saat ini.

Pada 23 Juli 2024, saldo bantuan sosial senilai Rp400 ribu ada yang sudah masuk ke rekening KPM.

Namun, ada juga KPM yang hingga kini bantuannya belum tersalurkan.

Baca Juga: Simak Update Status Bantuan PKH di SIKS-NG Alokasi Juli-Agustus yang Cair di Kartu KKS dan Juli-September yang Cair Lewat Pos

Hal tersebut tentu menjadi tanda tanya terkait kapan pencairan bansos PKH maupun BPNT alokasi Juli-Agustus 2024.

Benarkah saldo yang masuk merupakan bantuan PKH atau BPNT?

Perlu diketahui, saldo yang masuk senilai Rp400 ribu melalui KKS akhir-akhir ini kemungkinan adalah bantuan PKH maupun BPNT yang merupakan validasi by sistem.

Berdasarkan pengecekan SIKS-NG, saat ini bantuan PKH tertulis sudah ada keterangan penerima bantuannya.

Baca Juga: Update Terkini Pencairan PKH BPNT Juli Agustus September Via Kartu KKS dan PT Pos di SIKS-NG, Diprediksi Bansos Ini Cair Duluan

Namun untuk status rekening dan SP2D masih kosong.

Artinya, untuk bantuan PKH saat ini belum ada surat perintan membayar atau surat pencairan dana.

Begitu juga dengan BPNT, untuk keterangan status rekening dan SP2D juga masih kosong.

Baca Juga: UPDATE Status Bansos PKH dan BPNT Periode Juli-Agustus-September 2024 di KKS dan PT Pos Hari Ini, Ada Lumayan Banyak KPM yang Tak Masuk Final Closing!

Kemudian untuk bantuan PKH BPNT yang melalui PT Pos Indonesia berdasarkan keterangan SIKS-NG sudah di tahap keterangan periode salur.

Tetapi untuk tahap status rekening dan SP2D masih kosong.

Itulah informasi seputar pencairan bansos PKH BPNT yang dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Info Digital, Rabu (24/7/2024).***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah