Bisnis

57.000 Lebih Peserta Didik Gagal Cair KJP Plus Juli 2024, Penerima Keluhkan Soal Hasil Verifikasi Ulang!

Oleh: Rosandra Gisca Andyna Kamis 18 Jul 2024, 15:21 WIB
KJP Plus Juli 2024

AYOJAKARTA.COM - Pencairan dana bantuan pendidikan KJP Plus Juli 2024 yang termasuk dalam penyaluran tahap 1 tahun 2024 sudah mulai dilaksanakan sejak tanggal 4 dan 12 Juli lalu.

Baik pencairan KJP Plus Juli 2024 untuk gelombang pertama maupun kedua sudah dicairkan secara bertahap kepada para penerima yang namanya telah resmi ditetapkan.

Pada pencairan KJP Plus Juli 2024 gelombang 1, ada sebanyak 460.143 peserta didik yang telah tercatat aktif statusnya sebagai penerima bantuan ini.

Sedangkan untuk gelombang 2, sebanyak 73.506 peserta didik terdaftar aktif sebagai penerima KJP Plus dan sudah bisa menarik saldo bantuannya.

Baca Juga: Kasus Kopi Sianida Masih Berlanjut! Otto Hasibuan Akan Ajukan PK Jessica Wongso Pekan Depan

Meskipun pencairan sudah mulai dilakukan, namun rupanya banyak masyarakat DKI Jakarta yang mengeluh terkait pencairan KJP Plus tersebut.

Hal itu terlihat dari banyaknya keluhan pada beberapa akun media sosial resmi instansi terkait salah satunya Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Keluhan terutama pada gagalnya 57ribu lebih peserta didik yang akhirnya tidak bisa kembali menerima bantuan KJP Plus seperti sebelumnya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang mengumumkan soal adanya verifikasi ulang calon penerima KJP Plus Tahap 1 Tahun 2024 gelombang 2 kepada sebanyak 130ribu peserta didik.

Namun pada akhirnya, jumlah yang ditetapkan dan dicairkan bantuannya adalah sebanyak 73ribu lebih.

Sehingga masih ada kurang lebih 57ribu peserta didik yang nasibnya harus rela menerima kenyataan bahwa bantuan KJP Plus miliknya dicabut.

Sayangnya, keputusan pencabutan kepada 57ribu peserta didik tersebut disambut dengan banyaknya keluhan soal verifikasi ulang yang dilakukan.

Baca Juga: Penting Bagi Anak SMA/SMK yang Ingin Masuk ITB, Ini 10 Jurusan Kuliah dengan Persaingan Paling Ketat di Institut Teknologi Bandung

"Heii pak cuma mau terimakash sudah mematahkan semangat 57rb anak peserta didik yang sudah bapak gagalkan kjp nya dengan alasan tidak layak, kenapa mesti menunggu 3bulan pak dan tiba2 status di batalkan sejahat itu kah pak, kjp sudah ada dari pejabat sebelum2nya tapi mereka tetap konsisten pak menyalurkan dana itu tiap bulan, tapi kali ini bapak membuat 57rb peserta didik dan orang tua kecewa," tulis salah seorang warganet seperti dikutip Ayojakarta.com pada akun media sosial @disdikdki, Kamis (18/7/2024).

Banyak yang mengaku jika hasil dari verifikasi ulang yang dilaporkan pad sistem tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Contonya beberapa warga mengeluhkan adanya hasil verifikasi soal AC, padahal fakta di lapangan mereka mengaku tidak memilili AC dan akhirnya mempertanyakan soal hasil

verifikasi ulang yang sudah dilakukan apakah ditulis berdasarkan fakta atau tidak.

"Bapak mohon bantuan nya bagi kami orang susah yg membutuhkan bantuan KJP, kenapa KJP anak saya di batalkan hanya AC padahal rumah saya numpang sama mertua AC pun punya mertua, anak saya anak berkebutuhan khusus jangan mempersulit masalah kjp, saya buth buat beli batre alat bantu dengar anak saya buat beli seragam sembako kenapa malah bgni dengan KJP anak saya, malah yg dapet orang2 kaya ber-AC rumah sendiri mobil mereka aman2 aja KJPnya," kata salah seorang warganet.

"Disdik udah bener ngurusin pelajaran aj..ngapain kesegala bantuan ..kjp anak sy dibatalkan gara2 punya Ac..padahal kaga punya...," kata lainnya.

Baca Juga: 10 Ide Bisnis yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga, Salah Satunya Adalah Catering Makanan

Keluhanpun terus disampaikan hingga kini oleh para warga yang kecewa dengan hasil verifikasi ulang untuk penyaluran KJP Plus.

"Kjp gimana Kjp pak, masa dibatalkan dengan alasan ga jelas.. disurvei juga ga pernah, katanya biar tepat sasaran, yang ada malah salah sasaran," tanya seorang warganet.

"Baru ngerasain KJP 1kali cair ..eh 3 bulan GK cair tau nya di putus gith ajah ...klo tau bakal di putus ngapain di kasih ATM SM buku tabungan buang" anggaran ajah," keluh lainnya.***

Reporter Rosandra Gisca Andyna
Editor Jinan Vania Barizky