AYOJAKARTA.COM - Bantuan sosial (bansos) tambahan yang sedang ditunggu-tunggu oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) adalah BLT Mitigasi Risiko Pangan.
Bernama bansos tambahan, karena BLT Mitigasi Risiko Pangan tak cair secara rutin setiap tahun seperti bansos reguler.
BLT Mitigasi Risiko Pangan diklaim sebagai bansos pengganti BLT El Nino di tahun 2023 lalu.
Adapun untuk nominalnya sendiri Rp200.000 per bulan, dengan alokasi cair per tiga bulan sekali.
Dengan begitu, KPM BLT Mitigasi Risiko Pangan dipastikan akan mendapatkan bansos sebesar Rp600.000 secara langsung.
Perlu diketahui, awalnya BLT Mitigasi Risiko Pangan ini dijadwalkan cair dengan alokasi tiga bulan yaitu di bulan Januari-Februari-Maret 2024.
Akan tetapi, Pemerintah melalui Kementerian Perekonomian mengumumkan adanya perubahan periode alokasi cair BLT Mitigasi Risiko Pangan menjadi April-Mei-Juni 2024.
Lantas, kapan BLT Mitigasi Risiko Pangan cair?
Sebelumnya, cek secara berkala melalui link resmi untuk memastikan apakah kamu termasuk KPM BLT Mitigasi Risiko Pangan atau tidak.
- Cek laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Lalu, ketik informasi seperti nama tempat tinggal.
- Kemudian, tulis nama Penerima Manfaat sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kode verifikasi.
- Cari data dirimu.
Baca Juga: Daftar 15 SMA Terbaik di Jawa Timur Berdasarkan Nilai UTBK, Ada yang Jadi Peringkat 2 Nasional Lho!
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube Yoga Faradika pada Sabtu (08/06/2024), hasil cek saldo BLT Mitigasi Risiko Pangan dikabarkan ada dana masuk rekening Rp600.000.
Banyak KPM mengaku ada dana yang masuk lewat KKS merah putih senilai BLT Mitigasi Risiko Pangan dan diklaim sebagai bansos tambahan tersebut.
Namun, ternyata hasil cek saldo BLT Mitigasi Risiko Pangan tersebut bukan merupakan BLT Mitigasi Risiko Pangan tetapi bansos reguler PKH alokasi Mei-Juni 2024.
BLT Mitigasi Risiko Pangan hingga berita ini ditulis belum ada proses pencairan, maka KPM dimohon untuk terus bersabar.
Demikian informasi terkait hasil cek saldo BLT Mitigasi Risiko Pangan yang ternyata belum diproses. ***