AYOJAKARTA.COM – Kabar baik bagi para pelajar yang duduk di kelas akhir jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.
Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) pendidikan dengan nominal bervariasi mulai dari Rp225.000 hingga Rp900.000 melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Bantuan ini bisa dicairkan melalui ATM atau langsung ke bank penyalur yang telah ditentukan.
Penyaluran bantuan bansos ini merujuk pada Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada April lalu.
Baca Juga: Jangan Beli Dulu! Cek Kelebihan dan Kekurangan Redmi A5: Foto Ultra Jernih, Tapi...
Sebanyak jutaan siswa dari berbagai jenjang tercantum dalam SK tahap pertama tahun ini.
Jumlah Siswa Penerima PIP Tahun 2025
Adapun rincian siswa penerima bansos PIP Tahun Anggaran 2025 di antaranya:
SD, SDLB, dan Paket A: 938.111 siswa
SMP, SMPLB, dan Paket B: 911.625 siswa
SMA, SMALB, dan Paket C: 399.260 siswa
SMK: 442.698 siswa
Para penerima ini telah melalui proses validasi data berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data kemiskinan ekstrem.
Bansos PIP kali ini hanya diberikan kepada siswa yang sebelumnya telah memiliki rekening aktif dan belum mencairkan dana sejak bulan April.
Pencairan bantuan dapat dilakukan mulai hari ini, Senin (19/5/2025), baik melalui ATM menggunakan KIP ATM, maupun langsung ke bank penyalur seperti BRI dan BNI sesuai jenjang pendidikan.
Baca Juga: Geger! Dedi Mulyadi Mendadak Datangi KPK, Ada Apa?
Aktivasi Rekening SimPel Paling Lambat 28 Mei
Penting untuk diperhatikan, masih ada waktu 8 hari lagi bagi siswa yang baru masuk SK nominasi dan belum memiliki rekening aktif.
Aktivasi rekening harus dilakukan paling lambat 28 Mei 2025, mengingat tanggal 29 hingga 31 Mei merupakan hari libur nasional dan cuti bersama.
Total siswa yang wajib melakukan aktivasi rekening SimPel mencapai puluhan ribu, dengan rincian:
SD dan sederajat: 12.902 siswa
SMP dan sederajat: 21.385 siswa
SMA dan sederajat: 17.310 siswa
SMK: 11.820 siswa
Perlu diketahui bahwa siswa yang naik jenjang dari SMP ke SMA wajib mengalihkan rekening dari BRI ke BNI.
Jika proses aktivasi tidak dilakukan sebelum tenggat waktu, maka dana dana bansos berisiko dikembalikan ke kas negara dan hak penerima bisa dibatalkan.
Baca Juga: Cocok untuk Kado Orang Tua! 2 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan dengan Performa Paling Oke
Update Status PKH dan BPNT Tahap 2 Masih Nihil
Sementara itu, perkembangan terbaru terkait pencairan PKH dan BPNT untuk periode April, Mei, dan Juni tahap kedua masih belum menunjukkan progres signifikan di aplikasi SIKS-NG.
Penetapan penerima manfaat, evaluasi komponen, hingga proses finalisasi masih belum terlihat.
Banyak keluarga penerima manfaat berharap dana segera cair, namun prosesnya kali ini mengacu pada Data Terpadu Sejahtera Nasional (DTSN), bukan lagi DTKS.
Hanya warga dalam kategori desil 1 hingga 4 yang kemungkinan masih akan menerima bansos di tahap ini.
Menteri Sosial sebelumnya juga mengingatkan bahwa bantuan sosial bersifat sementara sebagai stimulan.
Tahun ini, setiap pendamping ditargetkan mampu mendorong minimal 10 keluarga penerima agar dapat keluar dari status penerima bansos dan menjadi lebih mandiri.***