AYOJAKARTA.COM -- Pada bulan ini, para pendamping sosial, mendapatkan dua tugas tambahan, yakni survei. Saat ini, survei telah dimulai sejak tanggal 20 Mei.
Survei pertama terkait pelaksanaan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2024.
Surat tugas ditujukan kepada sumber daya manusia (SDM) bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dengan fokus pada peningkatan pemahaman KPM terkait aspek pendidikan, pengasuhan anak, kesehatan, gizi, dan pengelolaan keuangan.
Survei ini dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei oleh pendamping dan wawancara mendalam oleh tim pusat.
Dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Pendamping Sosial, pada Selasa, 28 Mei 2024, tujuannya adalah untuk mengukur tingkat pemahaman dan perubahan perilaku KPM PKH di tahun 2024.
Survei tidak dilakukan di seluruh Indonesia, melainkan hanya di 38 daerah, antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur.
Selain itu juga daerah Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
KPM yang menerima survei diminta untuk hadir dalam pertemuan kelompok, di mana materi terkait pendidikan, pengelolaan keuangan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial akan disampaikan.
Implementasi pengetahuan yang didapat dari pertemuan kelompok ini penting, karena survei dapat dilakukan kembali secara acak.
Survei kedua yang akan dilakukan adalah resertifikasi KPM PKH. Survei ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi KPM.
Pertanyaan survei mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari KPM, seperti tempat tinggal, pekerjaan, kecukupan pangan, dan pengeluaran.
Hasil survei akan menjadi pertimbangan untuk memutuskan apakah KPM akan tetap menerima bantuan sosial atau akan diusulkan sebagai penerima bantuan sosial lainnya.
Survei ini penting untuk memastikan bantuan sosial (bansos) tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan.
Kehadiran dalam pertemuan kelompok dan implementasi pengetahuan yang didapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi.