AYOJAKARTA.COM - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Mitigasi Risiko Pangan (MRP) masih semakin tak jelas kapan pencairannya.
Padahal saat ini telah masuk triwulan II dan untuk Triwulan I juga belum sampai ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
BLT MRP sangat dinantikan KPM, karena mereka ada tambahan bantuan sosial (bansos).
Sebelumnya sudah ada beberapa jenis bansos yang diberikan bagi KPM. Seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan beras 10 kilogram, Program Indonesia Pintar (PIP) hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah.
Baca Juga: Tips Psikologi: 5 Cara Menghindari Toxic Positivity alias Positivitas Beracun
Sebelumnya pemerintah melalui Kementerian Perekonomian, telah menjanjikan jika BLT MRP akan disalurkan sebelum Ramadhan.
Lalu mundur jadi sebelum Idul Fitri. Dan sampai sekarang masih belum ada kejelasan lagi.
Dilansir Ayojakarta dari YouTube Diary Bansos, Selasa 23 April 2024, BLT MRP ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat karena bencana.
Menteri Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya telah mengumumkan, jika ada kendala dalam proses pencairan BLT MRP.
Kendala tersebut, adalah proses administrasi di Kemensos yang sampai sekarang masih berlangsung.
Seperti pembuatan Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) sebagai acuan pencairan dana BLT MRP.
Begitu DIPA selesai, BLT MRP akan langsung disalurkan pada agen penyalur.
Pemerintah telah memutuskan untuk penyaluran BLT MRP semuanya melalui PT Pos Indonesia.
BLT MRP dianggarkan Rp 11,25 T yang dananya diambil dari Kemensos.
Sasaran BLT MRP adalah 18,8 juta KPM yang terdaftar sebagai penerima BPNT.
BLT MRP disiapkan pemerintah guna mengantisipasi lonjakan inflasi karena adanya pergeseran musim panen.
Sebelumnya BLT MRP ini dikenal dengan bantuan El-Nino dan termasuk bansos baru.***
Baca Juga: Update Bansos Hari Ini: 11.843 KPM BPNT Murni di 6 Daerah Bahagia Terima BLT Rp600 Ribu