AYOJAKARTA.COM — Keluarga penerima manfaat (KPM) masih berharap dan menantikan pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan yang rencananya akan dicairkan triwulan dua tahun 2024.
Sebagai informasi, BLT Mitigasi Risiko Pangan dicairkan sebagai bansos tambahan yang untuk menjaga daya beli masyarakat akan kebutuhan pokok pangan sehari-hari.
BLT Mitigasi Risiko Pangan disalurkan dalam bentuk uang tunai dan non tunai melalui KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI dan PT Pos Indonesia.
Tujuannya, untuk membantu KPM yang mengalami kesulitan pemenuhan kebutuhan karena dampak perubahan musim dan bencana Fenomena alam super El Nino.
Setelah BPNT Tahap 4 periode salur April-Juni sudah resmi dicairkan, keluarga penerima manfaat masih menunggu kapan penyaluran BLT Mitigasi Risiko Pangan (MRP) akan direalisasikan.
KPM yang berhak menerima BLT MRP ini harus memenuhi status kelayakan yang sudah ditentukan oleh Kemensos.
Memang target pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan ini dijadwalkan mulai awal bulan Maret bersamaan dengan bulan Ramadhan.
Sasaran penerima bansos ini adalah 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH yang masuk dalam data DTKS Kemensos RI.
Keluarga penerima manfaat yang termasuk keluarga rentan miskin dan prasejahtera menjadi prioritas penerima bantuan yang disalurkan, karena dampak kerawanan pangan dan tingginya harga bahan pokok pangan di pasaran.
Walaupun Kemensos sudah menyalurkan bansos reguler dan tambahan pasca lebaran mulai dari BPNT tahap 4, PKH tahap 2, dan bantuan MRP Cadangan Beras Pemerintah 10 kg tetapi BLT MRP hingga akhir bulan April ini juga belum dicairkan.
Setelah kemarin keluarga penerima manfaat berbahagia mendapatkan pencairan bantuan sosial reguler Kemensos dan KPM non DTKS juga mendapatkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah 10 kg, KPM kembali dihebohkan dengan beredarnya jadwal pencairan bantuan MRP di daerah Jambi.
Dikutip dari AyoJakarta.com melalui unggahan video di kanal YouTube DIARY BANSOS, Sabtu, 20 April 2024, ada informasi resmi terkait adanya jadwal pencairan bantuan MRP triwulan dua sebesar Rp600 ribu.
Berdasarkan analisis para pendamping sosial yang mengunggah informasi di kanal tersebut, menjelaskan jadwal pencairan tersebut bukanlah BLT Mitigasi Risiko Pangan melainkan bantuan BPNT tahap 4 triwulan dua periode salur April-Juni 2024.
Diketahui, BPNT Tahap 4 periode salur April-Juni sedang dicairkan ke seluruh KPM BPNT murni non PKH secara bertahap melalui PT Pos Indonesia sebesar Rp600 ribu.
Sasaran penerima adalah 18,8 juta KPM BPNT murni dan KPM BPNT+PKH yang sudah dinyatakan layak sebagai penerima dan namanya masuk dalam data bayar atau SP2D pencairan bantuan.
Terkait dengan kapan kepastian dicairkan BLT Mitigasi Risiko Pangan, Menteri Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto sudah mengumumkan jadwal pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan akan terealisasi pada bulan April-Juni 2024.
Untuk progres pencairan memang belum terpantau di SIKS-NG baik dari nama bansos hingga periode salurnya.
Proses penundaan jadwal pencairan BLT Mitigasi Risiko Pangan ini juga disebabkan Kemensos masih membuat DIPA (Daftar Isian Pelaksana Anggaran).
DIPA ini yang nantinya akan diserahkan kepada Kemenkeu sebagai acuan untuk mencairkan dana BLT Mitigasi Risiko Pangan dengan total anggaran lebih dari Rp11,25 Triliun.
Jika proses DIPA sudah selesai maka bisa dipastikan bahwa bansos akan segera disalurkan dari rekening Kemensos menuju agen penyalur baik KKS ATM Merah Putih Bank Himbara atau BSI dan PT Pos Indonesia.
Bagi KPM BPNT murni dan BPNT+PKH yang ingin mengetahui daftar penerima bansos BLT Mitigasi Risiko Pangan, jika sudah terpantau di akun SIKS-NG, maka bisa bertanya kepada pendamping sosial atau operator desa agar hasilnya lebih valid.***