Bisnis

Kabar Gembira! Update PKH Tahap 2 Sudah Muncul di SIKS-NG, Benarkah Pencairannya Tinggal Sebentar Lagi?

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Senin 01 Apr 2024, 15:57 WIB
Ilustrasi pencairan bansos

AYOJAKARTA.COM - Kabar gembira bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH).

Pencairan PKH tahap 2 dari Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) di bank himbara sudah diproses. Kini giliran yang pencairannya melalui PT Pos Indonesia.

Bagaimana status penyaluran PKH tahap 2 di aplikasi SIKS-NG?

Dihimpun dari YouTube Naura Vlog Senin 1 April 2024, di aplikasi SIKS-NG sudah menampilkan progres pencairan PKH tahap 2 melalui PT Pos Indonesia.

Baca Juga: Konsultasi Kesehatan Gigi Lebih Mudah dengan Tanya Dokter Gratis

Telah muncul nama KPM penerima PKH lewat PT Pos Indonesia untuk periode salur April - Juni 2024.

Sementara di status rekening pada aplikasi SIKS-NG masih belum muncul status Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Termasuk Surat Perintah Membayar atau SPM.

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, apakah PKH tahap 2 lewat PT Pos Indonesia dapat cair serentak dengan KPM dari bank himbara?

Baca Juga: Pengusaha, PNS dan TKI Wajib Tahu, Ini Tiga Perubahan Aturan Penting Calon Debitur KUR di Bank

Jika di SIKS-NG belum ada SP2D, dimungkinkan tahapannya masih panjang.

Berbeda dengan PKH yang cair lewat KKS. Tanpa melalui tahap Standing Instruction (SI). Sedangkan yang melalui PT Pos Indonesia harus melalui tahap ini.

Begitu status SI sudah muncul, PT Pos Indonesia akan segera mengirim undangan kepada KPM untuk mengambil bansos.

Bansos yang juga ditunggu pencairannya oleh KPM adalah Bantuan Langsung Tunai Mitigasi Risiko Pangan (BLT MRP).

Baca Juga: Calon Maba Masih Berkesempatan Menerima Beasiswa KIP Kuliah Sebesar Rp8,4 Juta Per Semester, Cek Disini Infon Lengkapnya!

Total ada 18,8 juta KPM yang menjadi sasaran penerima BLT MRP. Mereka akan mendapatkan bansos Rp 600 untuk periode salur Januari - Maret.

Namun, hingga masuk April masih belum ada kepastian kapan bansos-bansos tersebut akan turun.***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Imanudin Abdurohman