AYOJAKARTA.COM - Pernahkah kamu mengalami kegagalan dalam membeli barang yang kamu impikan hanya karena kurangnya perencanaan?
Tak hanya dalam urusan pembelian barang, setiap langkah keuangan membutuhkan pemikiran yang matang.
Ini juga berlaku ketika kamu ingin mengajukan kredit atau pembiayaan. Perencanaan yang cermat menjadi kunci agar tidak ditolak oleh bank atau lembaga pembiayaan.
Perencanaan tersebut meliputi beberapa langkah, seperti menetapkan jumlah dan tujuan pinjaman, serta memilih produk dan lembaga keuangan yang tepat.
Persiapan dokumen yang diperlukan juga menjadi hal penting. Saat ini, pengajuan kredit atau pembiayaan bisa dilakukan secara online atau langsung di kantor cabang.
Meskipun setiap lembaga pembiayaan memiliki prosedur yang berbeda, umumnya kamu perlu menyertakan dokumen-dokumen tertentu.
Dokumen yang dibutuhkan biasanya termasuk formulir pengajuan pinjaman, identitas diri, dan lampiran pendukung.
Pastikan untuk mengisi formulir dengan benar dan menyertakan informasi yang akurat. Identitas diri seperti KTP, Kartu Keluarga, dan Akta Nikah (jika sudah menikah) diperlukan untuk verifikasi.
Data ini juga akan digunakan untuk mengecek riwayat kreditmu dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Bank atau lembaga pembiayaan akan memastikan bahwa kamu memiliki riwayat kredit yang baik untuk menghindari risiko kredit macet.
Lampiran pendukung, seperti mutasi rekening, bukti penghasilan, dan bukti pembayaran tagihan, diperlukan untuk mengetahui kondisi keuanganmu.
Dokumen-dokumen tersebut bisa disampaikan dalam bentuk fotokopi atau softcopy melalui aplikasi, dan dokumen asli akan diverifikasi oleh petugas survei.
Survei pengajuan kredit atau pembiayaan dilakukan untuk menilai kelayakan calon debitur.
Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan diri untuk menjalani survei ini. Dengarkan penjelasan petugas survei dan ajukan pertanyaan jika ada yang kurang jelas.
Berikut adalah beberapa alasan umum penolakan pengajuan kredit atau pembiayaan:
1. Dokumen tidak lengkap atau gagal diverifikasi
2. Memberikan informasi palsu
3. Mengajukan pinjaman melebihi kemampuan finansial
4. Riwayat kredit yang buruk dalam SLIK
5. Data penghasilan mencurigakan atau tidak sesuai dengan mutasi rekening.
Untuk meningkatkan peluang persetujuan pengajuan kredit atau pembiayaan, kamu bisa mengikuti tips berikut:
1. Pastikan dokumen lengkap dan mudah dibaca
2. Sampaikan informasi dengan jujur saat mengisi formulir atau survei
3. Ajukan pinjaman sesuai dengan pendapatanmu dan pastikan total cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan bulanan
4. Bayar utang tepat waktu untuk menjaga riwayat kredit yang baik dalam SLIK
5. Sertakan dokumen resmi sebagai bukti pendukung penghasilanmu.
Dengan perencanaan yang baik dan persiapan yang matang, kamu dapat memastikan kelayakanmu dalam mengajukan kredit atau pembiayaan.
Pastikan untuk meyakinkan bank atau lembaga pembiayaan bahwa kamu mampu melunasi pinjaman tersebut.
Dengan begitu, kamu bisa menghindari penolakan pengajuan kredit atau pembiayaan yang seharusnya bisa dihindari.