Bisnis

Pengajuan Pinjaman KUR BRI Tanpa Disurvei Apakah Bisa Langsung di ACC? Simak Info Lengkapnya di Sini

Oleh: Linda Wati Sabtu 16 Mar 2024, 13:22 WIB
Program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tentu sangat membantu bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

AYOJAKARTA.COM - Program pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tentu sangat membantu bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Sebelum melakukan pinjaman KUR BRI, tentu calon debitur akan disurvei oleh pihak bank untuk memastikan apakah dia layak atau tidak untuk diacc pinjamannya.

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Dunia Marketing, pengajuan pinjaman KUR BRI bisa tanpa dilakukan disurvei dan bisa langsung diacc.

Namun, ini hanya berlaku bagi mereka yang merupakan nasabah lama dan sering langganan melakukan pinjaman pada bank BRI.

Mungkin banyak yang berpikir kenapa enak sekali mengajukan kredit tapi tidak disurvei.

Untuk nasabah yang baru hal tersebut tidak berlaku, karena memang seorang mantri harus mengunjungi atau mensurvei calon debitur.

Baca Juga: Bikin Toxic! 6 Tipe Kepribadian Rekan Kerja yang Perlu Diwaspadai

Pihak bank akan mengecek apakah calon debitur memiliki usaha atau tidak.

Kalau misalnya tidak ada usaha dan karakteristiknya kurang bagus, tentunya mungkin pihak bank hanya mensurvei tapi tidak di ACC.

Tetapi, ketika sudah berlangganan tidak perlu survey ulang lagi.

Apalagi hanya limit kecil misalnya Rp 25-50 juta, biasanya dapat langsung di ACC hanya menunggu 2-3 hari kerja.

Baca Juga: Hukum Sahur sebelum Jam 12 Malam, Apakah Dapat Pahala dan Keutamaan Sahur? Begini Penjelasannya

Jadi, untuk yang baru ingin mengajukan pinjaman tentu tidak bisa langsung di-acc.

Calon debitur perlu melewati tahapan-tahapan tersebut, melengkapi berkas dan lainnya.

Jadi, jangan disamakan antara nasabah baru dengan nasabah lama.

Salah satu kelebihan dari Bank BRI adalah ketika ada nasabah lama yang ingin mengajukan kredit biasanya akan dipermudah ketika ingin mengajukan pinjaman.

Dengan catatan, pembayarannya tepat waktu sehingga penilaian di BI Checking bisa bersih.

Reporter Linda Wati
Editor Aris Abdulsalam