AYOJAKARTA.COM – Kabar gembira terus menyelimuti para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT alokasi 2 bulan Februari-Maret 2024.
Diinformasikan langsung oleh petugas pendamping sosial melalui tayangan YouTube DIARY BANSOS yang dikutip pada 8 Maret 2024, disebutkan jika rezeki bertubi-tubi terus diterima para KPM menjelang Ramadhan 2024.
Dikarenakan 4 bank diketahui telah mencairkan BPNT Rp400 ribu secara bertahap, begitu pula dengan PT Pos yang juga mulai memproses danom BPNT 2 bulan Februari-Maret 2024.
Untuk 4 bank yang disebutkan telah melakukan pencairan BPNT alokasi 2 bulan Februari-Maret ini diawali dari Bank BNI, kemudian dilanjut BRI.
Selanjutnya terpantau juga ada bank BSI dan pagi hari tadi ada juga bank Mandiri yang mencairkan bansos BPNT.
Tentunya pencairan bertubi-tubi pada hari ini tersebut menyebabkan banyak sekali KPM yang Kartu KKS-nya diterbitkan bank berbagai bank tersebut sudah masuk secara bertahap saldo sebesar Rp400 ribu.
Baca Juga: Mahfud MD Sindir Sirekap KPU: Siapa yang Mengaudit Mereka?
Jadi proses memang pencairannya masih bertahap, sehingga bagi para KPM yang belum masuk saldonya harap bersabar dan semoga dibeberapa hari ke depan sudah ada saldo masuk.
Bagi KPM yang pencairannya tidak melalui Kartu KKS tetapi melalui Pos, terpantau saat ini pihak PT Pos Indonesia sudah mulai memproses danom BPNT alokasi 2 bulan Februari-Maret sebesar Rp400 ribu.
Terlihat dari status BPNT di SIKS-NG untuk BPNT yang cair lewat PT Pos alokasi Februari-Maret 2024 keterangannya sudah SI (standing instruction).
Artinya dari Kemensos sudah menerbitkan surat perintah pemindahbukuan dari rekening pemberi bantuan ke rekening para KPM yang tentunya ditujukkan ke pihak Pos Indonesia.
Ketika pihak Pos Indonesia sudah menerima surat tersebut, maka langkah selanjutnya dari pihak Pos Indonesia adalah menerbitkan yang namanya danom berdasarkan SP2D yang telah diterima dari Kemensos.
Danom tersebut kemudian akan diwujudkan dalam bentuk surat undangan yang nantinya akan diedarkan oleh pemerintah desa atau pemerintah kelurahan setempat.
Maka dari itu bagi para KPM yang biasanya bansos BPNT-nya dicairkan oleh Pos Indonesia mohon untuk ditunggu saja di rumah.
Ditunggu informasi undangan yang akan diberikan oleh pemerintah daerah, pemerintah desa, ataupun kelurahan setempat.
Apabila KPM sudah mendapatkan undangannya, maka langkah berikutnya adalah menyiapkan persyaratan yang nanti dibutuhkan untuk mengambil bantuan BPNT yang biasanya dilakukan di titik komunitas atau di kantor pos setempat.
Persyaratannya sendiri yang pertama adalah KTP asli, KK asli, dan surat undangan resmi yang sudah dibagikan.
Kemudian KPM dipersilahkan hadir sesuai jadwal dan juga tempat yang telah ditentukan oleh pihak PT. Pos Indonesia.
Misalnya saja lokasi yang ditetapkan oleh pihak pos Indonesia untuk pengambilan bansos ada di kantor desa atau di kantor kelurahan, bisa juga di kantor pos cabang.
Misalkan ada KPM yang tidak bisa mengambil bansosnya secara langsung juga bisa diwakilkan oleh anggota keluarga yang satu KK asalkan membawa KTP asli dan juga KK asli.
Dan apabila si KPM tidak bisa mengambil ketika penjadwalan berlangsung, biasanya pihak Pos Indonesia akan memberikan kelonggaran agar bisa diambil di lain waktu atau di hari sesudahnya di kantor pos setempat.
Perlu dicatat bahwa si KPM yang sudah mendapatkan surat undangan harus mengusahakan untuk mengambil bantuannya dan jangan sampai tidak diambil.
Karena jika nanti ada rekonsiliasi penyaluran bansos, bagi KPM yang tidak mengambil bantuan tersebut akan menjadi catatan tersendiri di Kemensos terkait dengan dipertimbangkan apakah akan dilanjutkan atau tidak bansosnya di tahap berikutnya.