Bisnis

Sudah Tanda Tangan Pengajuan KUR BRI Tapi Uang Tak Kunjung Cair? Inilah 7 Penyebab KUR BRI 2024 Gagal Cair

Oleh: Sulistiyaningsih Kamis 07 Mar 2024, 14:27 WIB
illustrasi. Inilah 7 Penyebab KUR BRI 2024 Gagal Cair

AYOJAKARTA.COM – Informasi seputar Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI tahun 2024 bisa disimak dalam artikel ini.

Presiden Joko Widodo menganggarkan sebesar Rp46 triliun untuk subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat alias KUR di tahun 2024.

Dia memastikan agar subsidi KUR bisa menurunkan bunga pinjaman di perbankan di angka 3 persen untuk usaha mikro dan usaha kecil 6 persen.

Baca Juga: Cara Ajukan Pinjaman KUR BRI Secara Online, Berikut Syarat yang Harus Dipenuhi Oleh Debitur!

Salah satu bank penyalur KUR adalah Bank BRI yang tidak pernah sepi peminat dan menjadi favorit para pelaku usaha.

Saat ini ada beberapa jenis KUR yang ditawarkan oleh Bank BRI, yakni KUR Super Mikro, Kur Mikro, serta Kur Kecil.

Belakangan ini banyak masyarakat yang bertanya mengenai pengajuan KUR BRI yang tidak bisa cair.

Bahkan masih ada unit BRI yang mengatakan jika KUR belum ada padahal KUR sudah resmi disalurkan secara nasional.

Mengapa sudah pengajuan kur, bahkan ada yang sudah tanda tangan tetapi uang tidak kunjung dicairkan oleh pihak Bank BRI?

Baca Juga: Suka Menghitung Angka? 5 Jurusan Ini Bisa Jadi Pilihan, Bukan Hanya Matematika Loh!

Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube ENR Project Review pada Kamis 7 Maret 2024, ada beberapa penyebab pengajuan KUR BRI 2024 gagal cair untuk nasabah baru atau nasabah lama.

1. Dokumen pengajuan tidak lengkap atau belum sesuai

Misalnya jika calon debitur tidak memiliki surat keterangan usaha dari desa atau NIB (Nomor Induk Berusaha) maka dari itu pengajuan KUR BRI tidak bisa diproses.

Bisa juga jika status di KTP belum kawin tetapi kenyataannya sudah menikah, maka harus dilakukan perubahan data terlebih dahulu agar pengajuannya bisa diproses.

2. Tidak memiliki usaha

Konsep dan aturan dari kredit KUR dan kredit modal kerja serta investasi lainnya adalah tambahan modal usaha dan investasi usaha dari usaha yang akan dibiayai kredit. 

Jadi kredit ini bertujuan untuk menambah modal usaha yang sudah berjalan, bukan tambahan modal untuk membuka usaha karena risikonya terlalu tinggi sehingga hasil serta prospek usaha belum terbukti.

Maka dari itu syarat memiliki usaha minimal 6 bulan harus terpenuhi agar pencairan KUR BRI 2024 bisa terwujud.

Baca Juga: Bermimpi Jadi Guru? Pilih Saja 7 Kampus dengan Jurusan Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2024, Apa Saja?

3. Terdapat pinjaman di bank atau lembaga lain

Jika memiliki pinjaman komersial baik di Bank BRI atau bank lainnya maka pengajuan KUR BRI 2024 akan ditolak karena sudah menikmati segmen kredit dengan bunga yang lebih tinggi.

Namun calon debitur bisa tetap mengajukan KUR BRI jika memiliki pinjaman yang bersifat konsumtif seperti KPR, kredit kendaraan bermotor, dan sebagainya.

4. Kuota limit akumulasi KUR habis

Perlu diketahui bahwa kuota KR super mikro BRI tahun 2024 sebesar Rp2 triliun dan kuota KUR mikro BRI tahun 2024 sebesar Rp148 triliun secara nasional.

Jadi kuota yang lebih kecil dari tahun 2023 di bagi di seluruh unit BRI se Indonesia, maka dari itu jika kuota sudah habis maka calon debitur akan diarahkan ke Kupedes atau Kupra.

5. SIKP Kementerian Keuangan RI

Nasabah KUR existing atau lama tidak bisa dilakukan suplesi atau pengajuan KUR dengan sisa pinjaman lama dilunasi dari uang pinjaman baru.

Jadi nasabah harus melunasi sisa pinjaman KUR-nya terlebih dahulu karena jika tidak maka akan ditolak oleh sistem SIKP Kemenkeu.

Update SIKP yang lama inilah yang menyebabkan debitur KUR yang sudah akad atau tanda tangan tapi banyak yang gagal atau uang belum masuk rekening.

Hal ini dikarenakan SIKP masih membaca pencairan KUR beririsan dengan pelunasan KUR sebelumnya.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Asah Kemampuan Observasimu, Coba Temukan Pisang, Tangan, Jamur pada Gambar Ini, Bisa?

6. Kualitas kredit dan wilayah kerja

Jika calon debitur mengajukan KUR super mikro atau KUR khusus dengan plafon maksimal Rp10 juta, maka pengajuan akan ditolak karena tingkat NPL atau kredit macet super mikro di atas 5 persen secara nasional.

Jika terdapat unit kerja BRI yang tingkat NPL-nya tinggi maka pengajuan akan ditolak karena BRI tersebut tidak bisa memproses KUR.

Jika calon debitur mengajukan ke unit kerja yang tidak sesuai maka pengajuannya juga akan ditolak.

7. Pertimbangan lain

Pertimbangan disini seperti analisa mantri dan kepala unit terhadap paket kredit yang disajikan.

Pertimbangan ini diambil dari karakter, kemampuan bayar, modal atau aset, kondisi usaha lingkungan dan kebijakan, serta yang terakhir kolateral agunan atau jaminan.

Biasanya jika tingkat kredit macet KUR di suatu unit BRI sedang tinggi maka mantra meminta jaminan kredit, meskipun aslinya kur mikro sampai dengan Rp100 juta tidak diwajibkan menyertakan agunan.

Itulah beberapa penyebab KUR BRI 2024 gagal cair dan ditolak oleh pihak bank, semoga bermanfaat.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Jinan Vania Barizky