Bisnis

Harga Beras Naik Tajam, 2 Bansos Ini Antisipasi Kenaikan Harga Beras, Termasuk BLT Mitigasi Risiko Pangan?

Oleh: Iit Lita Apriani Selasa 20 Feb 2024, 19:54 WIB
Ilustrasi Beras Bulog

AYOJAKARTA.COM - Terkait dengan kenaikan harga beras pasca pemilu 2024, 2 bansos ini disebut bisa antisipasi kenaikan di masyarakat Indonesia, ada BLT Mitigasi Risiko Pangan

Harga beras di tahun 2024 melonjak, baik untuk jenis premium maupun medium.

Pada tanggal 16 Februari 2024, harga beras mencapai rekor tertinggi, menyebabkan kekhawatiran besar di kalangan masyarakat, terutama golongan menengah ke bawah, mengenai ketersediaan pangan.

Baca Juga: Full Senyum! Ada 3 Kabar Gembira KPM Penerima Bantuan Sosial: Beras, BPNT, dan BLT Mitigasi Risiko Pangan

Beberapa rumor beredar mengenai penyebab kenaikan harga beras, salah satunya adalah akibat inflasi dan bantuan sosial (Bansos) yang diberikan oleh pemerintah.

Namun, pemerintah menegaskan bahwa kenaikan harga beras tidak berkaitan dengan Bansos yang diberikan kepada masyarakat.

Presiden Jokowi memberikan penjelasan mengenai penyebab kenaikan harga beras.

Menurut ayah dari Gibran Rakabuming Raka ini, produksi beras yang kurang atau cenderung menurun menjadi pemicu utama.

Perubahan iklim ekstrem yang terjadi sejak pertengahan tahun 2002 menjadi faktor utama dalam berkurangnya intensitas produksi beras.

Hal ini menyebabkan gagal panen yang berdampak pada kelangkaan dan kenaikan harga beras di pasaran.

Baca Juga: INFO CPNS dan PPPK 2024: Cek Instansi dan Formasi, Jadwal hingga Syaratnya Lengkap!

Menanggapi kenaikan beras, pemerintah mengambil langkah dengan membagikan dua jenis bansos untuk mengantisipasi kondisi perberasan nasional yang fluktuatif.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa program pembagian bantuan pangan beras merupakan solusi dalam menghadapi situasi tersebut.

Salah satu Bansos yang diberikan adalah bantuan beras sebanyak 10 kg setiap bulan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat.

Langkah ini diambil untuk memberikan keringanan kepada masyarakat di tengah kenaikan harga yang terjadi.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan tunai mitigasi risiko pangan sebesar Rp600.000 kepada keluarga penerima manfaat yang berdampak.

Meskipun rencana pencairan BLT mitigasi risiko pangan sudah dijanjikan akan cair di awal Februari, namun hingga saat ini belum ada realisasinya.

Baca Juga: 7 Bantuan Sosial yang Tetap Disalurkan hingga Akhir Februari 2024: Cek KPM dan Cara Mendapatkannya di Sini!

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pencairan BLT tersebut mungkin akan ditunda hingga bulan Ramadan yang jatuh pada bulan Maret 2024.

Hal ini disebabkan oleh masih berlangsungnya program Bansos lainnya, seperti BLT El Nino, dengan besaran bantuan Rp200.000 per bulan.

Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam menghadapi kenaikan harga beras dan memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi.

Reporter Iit Lita Apriani
Editor Jinan Vania Barizky