AYOJAKARTA.COM - Kabar gembira menyapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang telah lancar menerima bantuan tahap pertama.
Pencairan bantuan tahap kedua untuk alokasi bulan April, Mei, dan Juni 2025 dalam waktu dekat akan segera disalurkan melalui bank Himbara ke masing-masing Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun melalui PT Pos Indonesia.
Perubahan signifikan dalam sistem data kini telah diimplementasikan dengan beralihnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Jelang Arus Mudik, Ada Diskon Tarif Tol 20 Persen! Arus Lalu Lintas di Cikampek Utara Masih Lancar
"Ini adalah pertama kali di Indonesia memiliki data tunggal nasional yang menyangkut seluruh penduduk. DTSEN akan menjadi rujukan utama semua program bantuan sosial dan ekonomi ke depan," Ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau biasa dikenal Gus Ipul
Beliau juga menambahkan bahwa perubahan data dapat dilakukan melalui dua jalur: jalur formal dari pemerintah daerah dan jalur partisipasi masyarakat.
"Kalau pendamping sosial melihat ada data yang tidak sesuai, wajib untuk segera menyanggah. Validitas data adalah kunci kebijakan yang tepat sasaran," tegas Gus Ipul.
Dengan penyaluran bantuan yang dijadwalkan tepat sebelum Ramadan dan Lebaran, para KPM dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan mempersiapkan kebutuhan Idul Fitri.
Seperti membeli bahan makanan untuk berbuka dan sahur, pakaian baru, serta memenuhi tradisi bersilaturahmi yang membutuhkan biaya tambahan.
Presiden Prabowo Subianto turut memberikan perhatian khusus terhadap akurasi data dalam penyaluran bantuan sosial.
Beliau menekankan pentingnya akurasi data dalam setiap kebijakan, mengingat data yang keliru dapat berdampak langsung pada penerima manfaat.
Badan Pusat Statistik (BPS) ditunjuk sebagai lembaga yang bertanggung jawab untuk memvalidasi seluruh data tersebut.
Sehingga diharapkan bantuan dapat tepat sasaran khususnya saat momen Lebaran yang menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia.
Selain itu, perubahan paradigma dalam kebijakan sosial juga disampaikan oleh Menteri Sosial Gus Ipul, "Selama ini kita berat di social protection. Presiden menginginkan ada keseimbangan dalam empowerment ini agar masyarakat bisa naik kelas," katanya.
Perubahan paradigma ini sangat relevan dengan semangat Lebaran yang tidak hanya merayakan kemenangan setelah menunaikan ibadah puasa.
Tetapi juga momen untuk introspeksi diri dan memulai lembaran baru yang lebih baik, termasuk dalam aspek ekonomi dan kemandirian.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priono turut memperkuat arahan Menteri Sosial dengan menyatakan, "Pilar-pilar sosial tidak boleh membuat penerima bantuan nyaman menerima bantuan. Pendamping PKH khususnya harus mendorong setiap penerima manfaat agar berdaya dan tidak berlama-lama menerima bantuan sosial."
Beliau juga menambahkan bahwa tugas pilar-pilar sosial ke depan yaitu "mendorong perubahan dan cara berpikir penerima manfaat agar keluar dari kemiskinan."
Para KPM yang sudah mengecek datanya secara online dan menemukan keterangan periode salurnya telah berubah menjadi bulan April, Mei, dan Juni 2025 dapat bersiap menerima bantuan yang akan cair dalam waktu dekat.
Dengan pencairan bantuan tiga bulan sekaligus jelang Ramadan dan Lebaran, diharapkan dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan bijak, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif saat hari raya.
Tetapi juga sebagai modal untuk meningkatkan taraf hidup, sejalan dengan pesan pemberdayaan yang disampaikan pemerintah.
Dengan demikian, momen Lebaran tahun 2025 bisa menjadi momentum bagi para KPM untuk memulai langkah baru menuju kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan keluarga.***