AYOJAKARTA.COM - Kabar menggembirakan bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang masih menunggu pencairan bantuan untuk gelombang dua.
Berdasarkan pantauan terkini, beberapa daerah telah mulai menerima pencairan bantuan melalui berbagai bank penyalur.
Di kawasan Blitar, bantuan PKH susulan melalui Bank BNI telah cair sebesar Rp970.000, sementara BPNT susulan tahap 1 melalui KKS BRI juga telah disalurkan sebesar Rp600.000.
Baca Juga: Setara 7 Bulan UMR Jakarta! Asus Rilis ROG Phone 9 Pro Kemewahan Gaming Seharga 21 Juta
Bantuan lain yang mulai cair termasuk BPNT melalui Bank Mandiri di kawasan Banyumas sebesar Rp600.000, serta bantuan PKH validasi melalui Bank BRI dengan nominal Rp1.500.000.
Beberapa KPM juga melaporkan dana bantuan yang cair setelah beberapa tahun tidak aktif, seperti seorang penerima yang melaporkan saldonya di Bank BNI sebesar Rp600.000 setelah 3 tahun kosong.
Pencairan bantuan ini tentunya menjadi berkah tersendiri menjelang lebaran 2025, memberikan kesempatan bagi para penerima untuk mempersiapkan kebutuhan hari raya.
Mulai dari membeli bahan pangan, pakaian baru, hingga perlengkapan ibadah yang biasanya menjadi tradisi saat menyambut Idul Fitri.
Selain PKH dan BPNT, kabar baik juga datang bagi penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dengan pencairan bantuan untuk siswa SD kelas 1 dan 6 serta SMP kelas 3 yang telah dimulai.
Pencairan PIP untuk siswa SMP kelas 9 juga telah dilaporkan cair, memberikan dukungan finansial bagi para siswa dan keluarganya menjelang tahun ajaran baru yang biasanya juga bertepatan dengan masa persiapan Lebaran.
Baca Juga: Mudik Pakai Sepeda Motor Manual, Ini Sejumlah Kelebihan dan Kekurangannya
Penting untuk diketahui bahwa pencairan PKH dan BPNT untuk tahap pertama alokasi Januari-Februari-Maret masih menggunakan data lama yang berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Ini berarti semua KPM yang menerima bantuan di tahap sebelumnya masih berpeluang menerima bantuan di tahap pertama 2025.
Dengan adanya tambahan dana ini, keluarga penerima manfaat dapat mengalokasikan sebagian untuk persiapan Lebaran.
Seperti membeli kebutuhan untuk berbuka puasa, menyediakan hidangan khas untuk tamu saat Idul Fitri, serta memberikan THR (Tunjangan Hari Raya) bagi sanak saudara, terutama anak-anak yang biasanya menantikan hadiah Lebaran.
Mulai tahap dua atau tahap ketiga, seluruh data penerima akan berasal dari Data Terpadu Sosial Ekonomi (DTSE), yang berarti akan ada proses validasi untuk memastikan keakuratan data di lapangan.
Baca Juga: Siap-siap Cek Saldo! Pencairan PKH dan BPNT Tahap Kedua April-Mei-Juni Jelang Lebaran 2025
Tidak ada jaminan bahwa penerima bantuan di tahap satu akan otomatis menerima bantuan di tahap berikutnya.
Namun, para KPM tidak perlu khawatir karena jika masih memenuhi kriteria kelayakan, bantuan akan tetap disalurkan.
Proses ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran, terutama menjelang momen penting seperti Lebaran yang membutuhkan biaya tambahan.
Dengan penyaluran bantuan yang berkelanjutan hingga gelombang kedua ini, diharapkan para KPM dapat merayakan Lebaran 2025 dengan lebih tenang dan bermakna, tanpa terlalu dibebani oleh kesulitan ekonomi.
Tradisi mudik, berzakat fitrah, berbagi dengan kerabat dan tetangga yang kurang mampu, serta menikmati hidangan khas Lebaran dapat dijalankan dengan lebih baik berkat bantuan yang diterima tepat waktu.***