Bisnis

Optimalkan Penyaluran Bansos Februari 2025, Kemensos Bagikan Strategi agar Tepat Sasaran

Oleh: Fajar Ari Wibowo Sabtu 01 Feb 2025, 16:07 WIB
Ilustrasi. Penyaluran bansos Februari 2025

 
AYOJAKARTA.COM - Penyaluran dana bantuan sosial (bansos) memang punya tantangan tersendiri bagi Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
 
Di samping itu, Kemensos juga berharap penyaluran bansos pada Februari 2025 dapat optimal dan tepat sasaran.
 
Dalam rapat koordinasi tingkat kementerian pada (13/1) waktu lalu, Mensos Gus Ipul memaparkan strategi jitu untuk optimalkan penyaluran bansos.
 
Baca Juga: Segera Rilis di 2025! iPhone 17 Air Akan Tampil sebagai Wajah Baru Apple, Bawa Sejumlah Fitur Berbeda dari Lainnya?
 
Di era Presiden Prabowo, Indonesia akan memiliki Data Tinggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
 
DTSEN merupakan sebuah terobosan besar yang mengintegrasikan tiga sumber data utama untuk kelompok rentan.
 
Terobosan ini menjadi pijakan penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
 
Integrasi data nantinya dapat memperkuat efisiensi, transparansi, dan efektivitas program sosial di seluruh Indonesia.
 
Selanjutnya, Kemensos merevisi aturan pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan program sembako tepat sasaran.
 
Ditambah lagi dibentuk satgas khusus untuk memastikan penyaluran lancar dan penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lebih akurat.
 
Sebagai langkah kedua, Kemensos siap menyalurkan bansos serentak, dengan pengawasan ketat lewat desk pengaduan.
 
Baca Juga: 3 Agenda Lengkap Dialog Nasional 4 Februari DPR RI Bersama 3 Forum Honorer R2 dan R3
 
Melalui langkah ini bantuan akan dipastikan sampai ke yang berhak dengan diawasi oleh pendamping sosial.
 
Langkah yang ketiga dengan melakukan pembenahan data penerima manfaat secara berkala.
 
Kemensos pastikan bantuan sampai ke yang membutuhkan melalui evaluasi rutin.
 
Lebih dari itu, diharapkan bansos yang direncanakan cair Februari 2025 ini tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan.
 
Akan tetapi juga sebagai pemberdayaan, membantu masyarakat keluar dari kemiskinan dan mencapai kesejahteraan.***
Reporter Fajar Ari Wibowo
Editor Jinan Vania Barizky