Bisnis

MIND ID Perkuat Hilirisasi, Bentuk Pilar Utama untuk Indonesia Emas yang Maju

Oleh: Admin Kamis 23 Jan 2025, 14:54 WIB

AYOJAKARTA.COM - Hilirisasi dan industrialisasi sektor mineral serta batu bara menjadi bagian integral dari visi Indonesia Emas 2045 yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian nasional dengan potensi dampak yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Sebagai bagian dari upaya ini, MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, berkomitmen untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam mineral dan batu bara. Hal ini dilakukan melalui proyek-proyek strategis yang mencakup pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) serta menjalin kemitraan erat dengan sektor manufaktur dalam negeri.

Menurut data Badan Pusat Statistik, sektor pertambangan dan penggalian pada 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 6,12% secara tahunan. Sektor ini diproyeksikan terus tumbuh dengan angka yang signifikan, mencapai 5,23% pada kuartal ketiga 2024. Pertumbuhan ini menjadi salah satu pendorong utama bagi ekonomi Indonesia.

Heri Yusuf, Corporate Secretary MIND ID, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor mineral yang jika dikelola secara optimal melalui hilirisasi, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. Kolaborasi yang lebih erat dengan industri manufaktur domestik akan memungkinkan mineral dan batu bara Indonesia diolah menjadi produk dengan nilai tambah tinggi, seperti baterai kendaraan listrik.

Dalam rangka mewujudkan tujuan hilirisasi dan industrialisasi, MIND ID telah mempercepat pelaksanaan sejumlah proyek strategis. Salah satunya adalah pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang diharapkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2025 dengan kapasitas produksi satu juta ton alumina per tahun.

Proyek lainnya, Smelter Aluminium Baru di Kuala Tanjung yang dikelola oleh INALUM, akan memiliki kapasitas produksi 600 ribu ton per tahun. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan industri aluminium domestik dan mendukung upaya swasembada aluminium di Indonesia.

Selain itu, pengembangan Proyek Nikel di Halmahera Timur juga terus berjalan, termasuk pembangunan smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) dengan kapasitas 88 ribu ton per tahun. Fasilitas High-Pressure Acid Leach (HPAL) yang dibangun di lokasi ini akan memproduksi 55 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku penting untuk baterai kendaraan listrik.

MIND ID juga tengah mengembangkan Smelter Tembaga dan Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik, Jawa Timur, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2025. Proyek ini akan memperkuat sektor pengolahan tembaga dan logam mulia di Indonesia serta mendukung pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Heri Yusuf menegaskan bahwa proyek-proyek strategis yang tengah dijalankan MIND ID bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi Indonesia dalam menyediakan bahan baku mineral yang berkualitas. Dengan kolaborasi yang lebih erat antara sektor pertambangan dan manufaktur, diharapkan Indonesia dapat mengolah bahan baku mineral menjadi produk bernilai tambah yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian.

MIND ID berkomitmen membuka peluang seluas-luasnya untuk kolaborasi dengan pelaku industri manufaktur. Hal ini bertujuan agar Indonesia dapat menciptakan lebih banyak produk dengan nilai tambah tinggi, yang pada gilirannya dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia.

Langkah-langkah hilirisasi dan industrialisasi ini diharapkan menjadi pendorong utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global yang kuat dan berkelanjutan.

TAGS:
Reporter Admin
Editor Andres Fatubun