AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan menyiapkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk para pekerja.
Hal ini akan dilakukan jika nantinya para pekerja akan terkena PHK akibat resesi tahun 2023.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pekerja yang diprediksi akan terdampak adalah mayoritas pekerja padat karya seperti textile dengan penjualan tingkat internasional.
Baca Juga: Rp400 Miliar Dana Bantuan Sosial Cair Bulan Desember, Ini Daftar Penerimanya
Pasalnya saat resesi global terjadi permintaan barang akan menurun, hal inilah yang nantinya akan menyebabkan terjadinya pengurangan karyawan pada pabrik-pabrik.
"Kepada yang terdampak langsung, kena PHK oleh perusahaan yang perdagangannya global karena pesanan turun, pabrik kurangi produksi. Nah, nanti ada Bantuan Langsung Tunai (BLT)," ucap Ridwan Kamil, dikutip AyoJakarta.com dari RepJabar pada Senin, 21 November 2022.
Kang Emil menambahkan bahwa pemerintah Jabar telah mengalokasikan anggaran biaya tak terduga dan dana transfer umum sebesar 2 persen.
Baca Juga: Kunjungi Link cekbansos.kemensos.go.id, Bantuan Rp3 Juta Cair untuk Ibu Hamil
Dana tersebut akan dicairkan ketika telah ada pengumuman dari pemerintah bahwa ada kondisi kedaruratan.
Indonesia kemungkinan akan terdampak resesi yang diprediksi akan terjadi tahun 2023 namun tidak terlalu signifikan karena kondisi ekonomi yang terjaga.
Hal ini dikuatkan dengan pendapat para ekonom dunia bahwa negara Asia relatif lebih kecil mengalami resesi dari pada negara di luar Asia.
Kesenjangan antara inflasi dan juga pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga masih terjaga.
Sebagai informasi Kang Emil menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jabar sampai saat ini menyentuh angka 6 persen.
Emil menilai kenaikan inflasi lebih disebabkan karena kenaikan harga bahan bakar minyak sedangkan harga-harga sembako di pasar tradisional masih terkendali.***