AYOJAKARTA.COM — Stasiun Cibinong, yang terletak di Pabuaran, Cibinong, Bogor, menjadi bagian integral dari jaringan transportasi kereta api di Indonesia.
Meskipun saat ini menjadi bagian dari relasi Jakarta Kota–Nambo, stasiun ini memiliki sejarah yang menarik, termasuk masa ketidakaktifannya selama beberapa tahun.
Dikutip dari situs Heritage KAI, Stasiun Cibinong dibangun pada tahun 1990an sebagai stasiun baru di wilayah tersebut.
Awalnya, stasiun ini direncanakan untuk melayani kereta api batubara yang akan beroperasi dari Stasiun Cigading. Namun, rencana ini akhirnya dibatalkan, meninggalkan Stasiun Cibinong tanpa tujuan yang jelas.
Untuk menjaga aset, Stasiun Cibinong kemudian melayani KRD (Kereta Rel Diesel) dengan rute menuju Stasiun Manggarai dan Stasiun Nambo. Namun, karena minimnya okupansi penumpang, layanan ini tidak berlangsung lama.
Seiring waktu, Stasiun Cibinong akhirnya dinyatakan non-aktif, dan jalur ini pun terdiam untuk beberapa tahun.
Untuk menjaga infrastruktur dan memanfaatkan potensi jalur tersebut, PT KAI (Kereta Api Indonesia) membuat keputusan penting untuk mengaktifkan kembali Stasiun Cibinong.
Pada saat itu, jalur ini juga dipasangi kabel LAA (listrik aliran atas), memungkinkan layanan KRL Commuter Jabodetabek jika diperlukan.
Seiring dengan meningkatnya aktivitas di wilayah tersebut, penggunaan jalur ini menjadi lebih beragam dan semakin signifikan.
Pada tanggal 1 April 2015, Stasiun Cibinong kembali memperluas peranannya dengan melayani angkutan penumpang Commuter Line relasi Duri – Nambo PP (kini Jakarta Kota – Nambo PP).
Keputusan ini memberikan solusi transportasi yang lebih baik bagi penduduk setempat dan memperkuat konektivitas antarwilayah.***