Bogor

Double Track Bogor-Sukabumi Ditargetkan Beroperasi Maret 2022 

Oleh: Yogi Faisal Senin 27 Des 2021, 16:34 WIB
Ilustrasi double track.

AYOJAKARTA.COM -- Pembangunan double track Bogor-Sukabumi ditargetkan rampung pada Maret 2022 dan dapat segera beroperasi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Prasarana Perkeretaapian pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Harno Trimadi.

Dia mengatakan saat ini proyek pembangunan double track Bogor-Sukabumi tersebut sudah mencapai 90 persen.

Baca Juga: Penampakan Kolonel Priyanto, Penabrak Sejoli di Nagrek saat Dikawal Penyidik Puspomad untuk Dibawa ke Jakarta

"Progres pembangunan double track Bogor-Sukabumi sudah 90 persen. Tinggal pasang ballast atau bantalan rel kereta api saja. Semoga Maret 2022 bisa beroperasi," ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, meninjau progres pembangunan rel ganda atau double track Bogor-Sukabumi di kawasan Stasiun Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Selain meninjau progres pembangunan double track Bogor-Sukabumi, ia juga memantau program padat karya dalam pembangunan rel ganda Bogor-Sukabumi yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga: Tok! Anies Resmi Teken Kepgub, UMP DKI Jakarta Resmi Rp4,64 Juta dan Berlaku Mulai 1 Januari 2022

"PSN ini setidaknya harus melibatkan partisipasi masyarakat sekitar, sebagai bentuk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," katanya, Senin 27 Desember 2021.

Dirinya juga meminta kepada kementerian terkait agar kedepannya dalam melakukan pembangunan untuk senantiasa melibatkan warga sekitar dalam bentuk pekerjaan padat karya..

"Dalam PSN itu setidaknya perlu melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Jadi tidak hanya pembangunan semata, juga melibatkan skema padat karya tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Angka Positivity Rate Covid-19 Terbanyak dari Jalur Laut

Ia berharap program padat karya ini bisa berlanjut demi meningkatkan perekonomian warga sekitar. Sebab, setelah ini pasti ada pekerjaan pemeliharaan.

"Namanya juga padat karya, ketika ada proyek, ada partisipasi warga itu. Memang bukan kayak karyawan. Tapi terus kemudian nanti kesinambungannya, seperti skema pemeliharaan. Itu pasti akan ada pelibatan lagi masyarakat," jelasnya.

Reporter Yogi Faisal
Editor Andres Fatubun