BOGOR, AYOJAKARTA.COM—Lima Kapolres yang berada di kawasan Puncak Bogor dan Cianjur, Jawa Barat menyiapkan 25 titik check point jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
Titik penyekatan ini digunakan sebagai lokasi sertifikat vaksinasi.
Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan, 25 titik tersebut yakni ada 10 di Kabupaten Bogor, enam di Kota Bogor, tiga di Kabupaten Sukabumi, dua di Kota Sukabumi dan Empat di Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Lengkap! Ini Daftar 14 Titik Penyekatan dan 17 Check Point di Jabodetabek
Harun menyebutkan, telah disepakati dengan beberapa skenario rekayasa lalu lintas, seperti sistem ganjil genap, ‘contra flow’ atau lawan arus, hingga buka-tutup jalur.
"Filter awal ganjil-genap itu di jalan tol. Nanti kita lihat kondisi jalan ini 'crowded' atau bagaimana, nanti akan kita gunakan rekayasa lantas. Bisa pengalihan, bisa juga sesuai dengan kapasitas dan lain-lain. Bukan penutupan tetapi pengalihan arus," kata Harun seperti dikutip dari SuaraBogor.id-jaringan Ayojakarta.com, Minggu (12/12/2021).
Kapolresta Bogor Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa selain mengantisipasi terjadinya kerumunan, Kepolisian juga berupaya memastikan setiap orang yang berpergian sudah divaksin Covid-19.
Baca Juga: Polrestabes Surabaya Kembali Aktifkan Check Point saat PPKM Jawa-Bali
"Kami akan memastikan bahwa setiap orang yang bepergian di saat Nataru (Natal dan Tahun Baru) itu sudah divaksin. Sehingga, akan dibangun sebanyak 25 posko protokol kesehatan," sambung Condro.
Menurutnya, petugas gabungan akan melakukan pemeriksaan sertifikat vaksinasi di 25 titik yang sudah disepakati.
"Kami juga menyiapkan tujuh tim untuk mengurai atau 'crowd free road' di masing-masing Polres yang apabila ketika dilakukan check point atau pemeriksaan masih terdapat jalan-jalan tikus atau jalan lainnya yang digunakan oleh pengunjung kawasan wisata," ungkap dia.
Baca Juga: Dianggap Tak Efektif, Pemkot Bekasi Bubarkan Check Point PSBB
Kapolresta Bogor juga mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi, karena menurutnya semua tempat wisata akan mewajibkan pengunjungnya sudah divaksin.