Bogor

Warga Terdampak Pembangunan Rel Ganda Bogor-Sukabumi Mengadu ke DPRD

Oleh: Yogi Faisal Selasa 09 Nov 2021, 11:28 WIB
Warga Terdampak Pembangunan Rel Ganda Bogor Sukabumi Mengadu ke DPRD

 
TANAHSAREAL, AYOJAKARTA - Sejumlah perwakilan warga Sirnasari, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, yang terdampak proyek pembangunan jalur rel kereta ganda atau double track, mengadukan nasibnya kepada DPRD Kota Bogor.
 
Berlokasi di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, perwakilan warga itu diterima langsung kedatangannya oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata.
 
Warga yang terdampak proyek double track Bogor - Sukabumi ini mengaku mengalami kerugian materil dan moril, atas adanya bencana longsor yang terjadi pada September lalu.
 
Menanggapi aduan warga, Dadang sendiri mengakui bahwa kejadian bencana di sepanjang jalur proyek pengerjaan double track bukan yang pertama kalinya.
 
Sebab berdasarkan catatannya, kejadian kecelakaan kerja dalam pembangunan rel ganda sudah terjadi beberapa kali. Di antaranya tanah longsor di Kelurahan Empang, longsor di Parung Jambu, dan terakhir longsor di Kelurahan Batutulis.
 
"Kejadian ini bukan yang pertama kali. Kami sudah beberapa kali memanggil kontraktor yang bermasalah. Ini akan menjadi perhatian khusus bagi saya sendiri dan DPRD Kota Bogor," katanya Selasa 9 November 2021.
 
Dadang pun memberikan pengertian kepada warga bahwasanya proyek double track ini merupakan milik pemerintah pusat. Sehingga ia tidak bisa serta merta menghentikan aktivitas pengerjaan yang dianggap membahayakan warga.
 
Namun, politisi PDI-Perjuangan ini mengaku akan berusaha semaksimal mungkin menyalurkan aspirasi warga kepada pihak Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
 
"Tugas kami di DPRD adalah menampung aspirasi warga, dan kita akan coba menjembatani keluhan warga dan LBH dengab pihak DJKA. Maka kami akan panggil secepatnya perusahaan yang mengerjakan disana," ungkapnya.
 
Lebih lanjut, Dadang mengakui bahwa proyek pengerjaan double track Bogor - Sukabumi terkesan teledor. Sehingga ia akan membuat rekomendasi khusus agar tidak ada lagi korban atau kerugian yang diterima oleh warga disekitar lokasi proyek. Mengingat saat ini kondisi cuaca ekstrem mulai menghantui Kota Bogor. 
 
"Kami akan meminta pihak kontraktor agar memperhatikan juga keselamatan warga. Intinya kami ingin pihak pekerja melakukan antisipasi dini agar tidak ada kejadian seperti ini lagi. Jangan sampai ada korban dulu baru dikerjakan," jelasnya.
 
"Saya akan akomodir suara warga Sirnasari ini untuk kemudian kami tindaklanjuti dengan koordinasi bersama aparat wilayah. Tadi sudah dijawab oleh Lurah Empang bahwa akan diadakan rapat dalam waktu dekat," tutupnya menambahkan
Reporter Yogi Faisal
Editor Husnul Khatimah