BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA - Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor kembali mengalami deviasi atau keterlambatan pekerjaan yang meleset dari target pengerjaan.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, deviasi pembangunan Masjid Agung Kota Bogor berkisar 9 persen dari target pengerjaan yang seharusnya.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pada tahun ini pembangunan Masjid Agung Kota Bogor difokuskan pada pemasangan atap dan kolom spiral dengan anggaran Rp31 miliar.
Bima Arya melihat ada faktor cuaca dan teknis yang membuat pengerjaan mengalami deviasi dan baru mencapai 37 persen. Ia pun meminta agar pihak pemenang tender untuk menambah jumlah pekerja demi mengejar deviasi pekerjaan.
"Saya minta ditambah pekerjanya dari yang sekarang. Kemudian shift-nya juga ditambah. Tapi tetap menjaga kualitas dan safety diperhatikan. Saya tidak mau ada keterlambatan. Jadi diusahakan kerja keras supaya tepat waktu," katanya, Sabtu 6 November 2021.
Bima menegaskan akan mengawasi betul pembangunan Masjid Agung Kota Bogor tersebut. Sebab sudah lama masyarakat Kota Bogor menantikan rumah ibadah ini bisa segera digunakan.
"Saya akan awasi terus pembangunan Masjid Agung Kota Bogor ini. Karena banyak warga Kota Bogor yang menantikan masjid ini bisa selesai pembangunannya dengan segera. Saya akan intens mengawasi ini bersama dinas, bersama camat untuk memastikan pengerjaan ini tepat waktu,” tegasnya.
Pengerjaan Masjid Agung Kota Bogor pada tahun ini dianggarkan Rp31 miliar dan diharapkan bisa terserap maksimal hingga akhir 2021. Untuk tahun depan, lanjut Bima, akan dianggarkan Rp 27 miliar untuk interiornya.
"Insya Allah akhir tahun depan sudah bisa dimanfaatkan untuk ibadah. Kemudian 2023 berlanjut lagi extension untuk nyambung ke alun-alun,” bebernya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi menjelaskan, melesetnya revitalisasi dari target pengerjaan itu terjadi lantaran saat ini pihaknya masih menunggu kedatangan kolom spiral.
"Secara umum untuk struktur bawah Masjid Agung sudah selesai, tapi kami masih menunggu kolom spiralnya datang. Ini yang membuat revitalisasi agak terlambat," katanya.
Chusnul meyakini, jika kolom spiral sudah tiba, keterlambatan pekerjaan yang meleset dari target pengerjaan (deviasi) bisa segera terkejar.
"Kalau kolom spiralnya datang, langsung dipasang, secara otomatis deviasi akan bisa dikejar," tutupnya