KABUPATEN BOGOR, AYOJAKARTA - Menyandang status sebagai salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak dan wilayah terluas di Indonesia, membuat proses vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor tentunya tak berjalan mudah.
Bahkan, di saat sejumlah daerah di Jabodetabek sudah turun level dari PPKM Level 2 ke Level 1, Kabupaten Bogor masih bertahan di PPKM Level 3, lantaran capaian vaksinasi Covid-19 belum maksimal.
Bekerjasama dengan TNI dan jajaran Kepolisian, percepatan proses vaksinasi Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Pasalnya, pemerintah pusat menargetkan Kabupaten Bogor untuk melaksanakan vaksinasi 4.225.790 orang atau sebanyak 8.451.580 dosis sampai dengan Desember 2021.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, hingga 3 November 2021 capaian vaksinasi Covid-19 Kabupaten Bogor menyentuh 2.155.189 jiwa atau setara 51,11 persen dari target sasaran 4.225.790.
"Walaupun capaian vaksinasi kami sudah lebih dari 50 persen, tapi vaksinasi lansia kami masih dibawah 40 persen. Karena syarat untuk ke PPKM Level 2 capaian vaksinasi Covid-19 harus di atas harus 50 persen, dan vaksinasi lansia harus di atas 40 persen," katanya, Jumat 5 November 2021.
Ade Yasin menjelaskan lambatnya capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor lantaran terkendala wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang mencapai 5,4 juta jiwa, atau 11,24 persen penduduk Jawa. Maka Kabupaten Bogor tidak bisa dibandingkan dengan kota kabupaten lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit.
“Jumlah penduduk kami terbanyak se-Indonesia. Selain itu wilayah kami pun sangat luas. Masih ada warga kami yang harus berjalan kaki sejauh 2 km hingga 4 km dari dusun untuk menjangkau lokasi vaksinasi, baik itu di kantor desa maupun kecamatan," ungkapnya.
Ade menambahkan, kesulitan ini juga telah dikeluhkan oleh para kepala desa seperti di Kecamatan Sukamakmur, Jonggol, Cariu, Tanjungsari, dan Nanggung. Mereka mengeluh tentang jangkauan masyarakat ke desa. Jadi ada masyarakat yang kalau jalan kaki, mereka mungkin tidak sanggup karena jauh.
Alhamdulillah, ungkap Ade Yasin, keberadaan tenaga kesehatan (Nakes) TNI Angkatan Laut selama kurang lebih 14 hari di desa-desa dapat meningkatkan pemahaman dan minat vaksinasi masyarakat. Capaian vaksinasi yang dilakukan Nakes TNI-AL per hari kemarin itu sebanyak 219 ribu.
“Ini sangat baik sekali, dan saya juga mendapat laporan TNI AL bergerak sampai ke pelosok-pelosok melaksanakan vaksinasi. Nakes TNI-AL sangat membantu kami dalam menjangkau desa-desa yang mempunyai medan berat. Pendekatan anggota TNI-AL kepada masyarakat juga menyesuaikan dengan kultur masyarakat, jadi masyarakat dapat menerima dan mau di vaksin,” ungkapnya.
Komandan Nakes TNI AL, Letkol Rudi N. menyampaikan bahwa timnya tersebar di 35 kecamatan untuk melakukan vaksinasi di pedalaman desa-desa se-Kabupaten Bogor.
“Saya sudah kunjungi mereka, medannya turun-naik, jarak tempat tinggal mereka jauh dari kantor desa, sehingga kita melakukan strategi baru yaitu jemput bola, yang menyebabkan animo masyarakat untuk divaksin meningkat. Tugas vaksinasi ke depan tidak akan terhenti sampai disini saja,” kata dia.