BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA - Terus menurunnya kasus Covid-19 berimbas pada meningkatnya perekonomian di sejumlah sektor yang ada di Kota Bogor, termasuk sektor perhotelan dan restoran.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay mengatakan, saat ini sektor perhotelan dan restoran di Kota Bogor berangasur membaik.
Bahkan puluhan hotel dan restoran di Kota Bogor mengalami peningkatan okupansi mulai dari 80 hingga 85 persen.
"Okupansi hotel dan restoran saat ini sudah jauh membaik ketimbang Juli, Agustus kemarin. Kini rata-rata okupansi berkisar di angka 80 hingga 85 persen pada akhir pekan," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat 5 November 2021
Tak hanya setiap akhir pekan, okupansi hotel dan restoran di Kota Bogor juga meningkat pada hari biasa.
"Kalau hari biasa okupansinya bisa sampai 60 hingga 70 persen, ini hampir rata di seluruh hotel-hotel kota atau city okupansi," ujarnya.
Yuno berharap, kondisi seperti ini bisa terus bertahan agar roda perekonomian Kota Bogor bisa berangasur membaik.
"Saya harap pariwisata ini bisa saling mendukung kegiatan hotel, restoran dan sektor lainnya. Karena destinasi wisata ini kan bersinggungan dengan okupansi hotel dan restoran," tukasnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, secara umum tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi pariwisata di Kota Bogor mengalami tren peningkatan sejalan dengan terus melandainya kasus Covid-19 di Kota Bogor.
Berdasarkan data yang diterima pihaknya, sejak Kota Bogor berstatus PPKM Level 3, Level 2 hingga Level 1, tren kunjungan wisatawan ke Kota Bogor alami peningkatan hingga 50 persen.
"Meskipun tidak setinggi peningkatan okupansi hotel dan restoran, tapi kunjungan wisatawan ke Kota Bogor alami peningkatan. Karena lokasi wisata juga kan masih menerapkan pembatasan jumlah kapasitas," ungkapnya.
Atep mengaku akan terus melakukan upaya demi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bogor. Pihaknya juga mengaku akan terus mensosialisasikan kepada masyarakat, jika saat ini Kota Bogor sudah memasuki PPKM Level 1.
Tak cukup sampai di situ, pihaknya juga akan memastikan bahwa para pelaku usaha harus siap dalam penerapan protokol kesehatan, agar tidak terjadi lonjakan kasus di kemudian hari. Karena walaupun PPKM Level 1 kondisinya tidak sama dengan kondisi normal.
"Ini akan terus kami sampaikan kepada para pelaku pariwisata. Baik pengelola pariwisata, hotel, maupun restoran. Jadi kami minta semua prokesnya harus betul-betul dipatuhi, penerapan aplikasi peduli lindungi, jadi tetap semuanya harus waspada," bebernya.
Untuk mengantisipasi kelalaian protokol kesehatan di sejumlah sektor pariwisata, pihaknya juga akan melakukan monitoring ke sejumlah lokasi wisata. Khususnya pada momen akhir pekan dan libur nasional.
"Kami akan melakukan monitoring rutin khususnya pada momen tertentu, seperti akhir pekan dan momen libur. Kami juga akan pantau beberapa titik wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak pengelola," tutupnya. (Yogi Faisal)