CIAWI, AYOJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat suara soal cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Bogor sejak akhir pekan kemarin.
Forcaster Stamet Stasiun Meteorologi Citeko, Kabupaten Bogor Ronald C Wattimena mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Bogor terjadi akibat La Nina. Atau fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.
Berdasarkan dari hasil monitoring terhadap perkembangan terbaru dari data suhu permukaan laut (SST) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menunjukkan, bahwa saat ini nilai anomali telah melewati ambang batas La Nina yaitu sebesar -0.61 pada Dasarian I Oktober 2021.
"Dampak dari La Nina ini biasanya bisa membuat intensitas curah hujan lebih tinggi dari musim hujan biasanya. Biasanya juga dapat disertai angin kencang. Makannya tidak heran kalau akhir-akhir ini terjadi cuaca ekstrem," katanya, kepada ayobogor.com Rabu 20 Oktober 2021.
Ronald memprediksi, curah hujan sedang hingga tinggi akan terus terjadi hingga Februari 2022 mendatang.
Biasanya La Nina membuat intensitas curah hujan lebih tinggi dari biasanya. Bahkan peningkatan intensitas curah hujan bisa mencapai 70 persen, jika dibandingkan musim penghujan tanpa La Nina.
"La Nina juga dapat mempengaruhi curah hujan di musim penghujan. Bahkan rata-rata peningkatan curah hujan karena La Nina bisa mencapai 20 hingga 70 persen. Makannya kami himbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada," tutupnya