Bogor

Perbaikan dan Normalisasi Pipa Perumda Tirta Pakuan Butuh Empat Hari, 70 Ribu Pelanggan Harap Bersabar

Oleh: Yogi Faisal Selasa 05 Okt 2021, 12:23 WIB
Petugas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat melakukan perbaikan untuk menutupi kebocoran pipa tranmisi air baku 1.000 milimeter jalur Intake Ciherang Pondok - IPA Dekeng. (Dok Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor)

BOGOR SELATAN, AYOJAKARTA - Meski saat ini Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor tengah melakukan perbaikan, terhadap pipa tranmisi air baku 1.000 milimeter jalur Intake Ciherang Pondok - IPA Dekeng yang bocor. Namun proses normalisasi pemulihan layanan diperkirakan bakal membutuhkan waktu sekitar satu pekan kedepan.
 
Manager NRW & Transmisi Distribusi Perumda Tirta Pakuan, Nasrul Zahar menjelaskan, meski perbaikan diperkirakan hanya membutuhkan waktu tak lebih dari dua hari. Namun proses normalisasi layanan air kepada pelanggan diprediksi bakal normal seperti semula sekitar satu pekan kedepan.
 
"Sebelum berfungsi kembali, kami juga harus membuang angin yang terjebak di dalam pipa. Hal ini dilakukan agar aliran air kembali lancar. Jadi kami butuh waktu untuk melakukan proses pembuangan angin ini. Makannya walaupun sudah diperbaiki tidak bisa langsung normal seperti sediakala," katanya, Selasa 5 Oktober 2021.
 
Meski estimasi pelayanan air bersih untuk pelanggan diperkirakan bakal membutuhkan waktu sekitar satu pekan kedepan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempercepat proses pembuangan angin yang terjebak di dalam pipa.
 
"Tapi kami akan usahakan agar ini bisa pulih dalam waktu empat hari kedepan. Petugas juga sudah disiapakan dititik-titik untuk buang angin terjebak didalam pipa. Kami sudah jadwalkan pemulihan, membuang udara yang terperangkap. Mudah-mudahan pemulihan tidak begitu lama," harapnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini tengah melakukan perbaikan terhadap pipa tranmisi air baku 1.000 milimeter jalur Intake Ciherang Pondok - IPA Dekeng yang mengalami kebocoran pada Kamis 30 September 2021 kemarin.
 
Meski belum ada kepastian soal penyebab utama kebocoran pipa transmisi air baku tersebut, namun dugaan sementara kebocoran itu terjadi akibat adanya pembangunan double track Bogor - Sukabumi yang tengah dilakukan PT Adhi Karya di Gunung Gadung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.
 
Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan mengatakan, saat ini sebanyak 15 orang petugas tengah dikerahkan pihaknya untuk melakukan perbaikan kebocoran itu.
 
"Karena lokasi kebocoran itu tidak bisa dilalui oleh alat berat maka dari itu perbaikan kami lakukan dengan mengerahkan 15 orang petugas," katanya.
 
Belajar dari kebocoran pada Juli 2021 lalu, Perumda Tirta Pakuan ingin menekan seminimal mungkin dampak perbaikan, agar tak mempengaruhi pelayanan air kepada pelanggan.
 
Pihaknya menargetkan proses perbaikan ini akan selesai dalam kurun waktu 12 jam ke depan. Hingga kini, Rino terus berkoordinasi dengan kontraktor proyek double track, untuk membahas kebocoran pipa tersebut, serta merancang bagaimana agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
 
"Memang kondisinya pipa selaku menjadi korban, karena pipa tidak terlihat dipermukaan. Jangankan di double track, banyak yang bocor karena proyek infrastuktur di wilayah Kota Bogor," keluhnya.
 
Atas kejadian tersebut, setidaknya ada sekitar 70 ribu pelanggan di 45 kelurahan yang berada di zona 3 dan zona 4 pelayanan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor akan mengalami gangguan. Berikut rinciannya: 
 
Zona 3
Batutulis dsk, Lawanggintung, Layungsari, Empang, Bondongan, sebagian Cikaret, sebagian Mulyaharja Sukasari dsk, Babakan Pasar, Gudang, sebagian Baranangsiang, sebagian Tegallega, Paledang, Pabaton, Kebon Kalapa, Panaragan, Menteng, Cendek Timur, Pasir Kuda, Pasir Mulya, Pasir Jaya, Gn Batu, Loji, Sindangbarang, Bubulak, Situ Gede, Balumbang Jaya, Margajaya. 
 
Zona 4
Sebagian Bantarjati, sebagian Tegallega, Tegalgundil, Babakan, Sempur, Pabaton, Cibogor, Ciwaringin, Tanah Sareal, Kebon Pedes, Sukadamai, Cilendek Barat, Cilendek Timur, sebagian Cibuluh, Sukaresmi, Sebagian Kedunghalang, Kedung Badak, sebagian Cimahpar, sebagian Tanah Baru, Curug, Curug Mekar, Cibadak, Kayu Manis, Kencana.
Reporter Yogi Faisal
Editor Husnul Khatimah