Bogor

Pipa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Bocor, Wakil Wali Kota Buka Suara

Oleh: Yogi Faisal Selasa 05 Okt 2021, 08:56 WIB
Petugas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor saat melakukan perbaikan untuk menutupi kebocoran pipa tranmisi air baku 1.000 milimeter jalur Intake Ciherang Pondok - IPA Dekeng. (Dok Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor)

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim angkat suara soal bocornya pipa tranmisi air baku 1.000 milimeter jalur Intake Ciherang Pondok - IPA Dekeng, di lokasi proyek pembangunan double track atau jalur ganda rel kereta api Bogor - Sukabumi pada pada Kamis 30 September 2021 kemarin.
 
Meski belum diketahui secara pasti penyebab bocornya pipa milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor itu, namun Dedie meminta kepada pihak kontraktor pembangunan double track Bogor - Sukabumi agar senantiasa berhati-hati dalam melakukan pembangunannya.
 
Dedie mengatakan, kebocoran pipa tersebut tak hanya berdampak pada 70 ribu pelanggan Perumda Tirta Pakuan, yang tersebar di 45 kelurahan di Kota Bogor. Namun suplai kebutuhan di Istana Bogor berasal dari sumber yang sama. 
 
"Sumber air Istana Bogor saja berasal dari sumber air yang sama. Dari pipa yang sama. Makanya pengembang coba dilihat lagi prosedur prosesnya sehingga tidak mengganggu pipa. Intinya pekerja proyek harus berhati-hati," katanya, Senin 4 Oktober 2021 kemarin.
 
Dedie mengaku Pemerintah Kota (Pemkot) sudah berkoordinasi dengan Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat yang menyepakati tidak menggeser pipa transmisi milik Perumda Tirta Pakuan pada pengerjaan proyek double track. 
 
Meski demikian, Dedie masih memaklumi ketika pekerjaan double track yang yang bersinggungan dengan pipa transmisi air baku kerap berdampak. 
 
"Namanya proyek. Kami sudah komunikasi terus. Memang ada titik-titik rawan. Namanya proyek itu tentu tidak ada unsur kesengajaan, tapi kami minta pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan dengan penuh kehati-hatian. Karena lokasi pipa air bersinggungan dengan pembangunan jalur double track," ujar dia. 
Reporter Yogi Faisal
Editor Firda Puri