Bogor

Pemkot Bogor Minta Para Ahli Kaji Dampak Wisata Malam Kebun Raya Bogor

Oleh: Yogi Faisal Selasa 28 Sep 2021, 15:16 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar pertemuan dengan PT Mitra Natura Raya (MNR), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk membahas terkait kisruh rencana pembukaan wisata malam (Glow) di Kebun Raya Bogor (KRB).

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, dalam pertemuan tersebut Pemkot Bogor berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait soal singkronisasi pengembangan Kebun Raya Bogor dengan tata kota dan fisik kota Kota Bogor.
 
Secara umum KRB merupakan pusat konservasi, kajian dan riset selain menjadi destinasi wisata keluarga. Oleh karenanya, konsep pengembangan KRB harus selalu berpedoman kepada hakikatnya yang merupakan tempat konservasi, kajian dan riset.
 
Terkait beberapa isu soal kekhawatiran publik soal wisata malam di KRB bisa mengganggu ekosistem dan kepentingan riset KRB. Pihaknya meminta agar PT MNR mesti melakukan kajian secara ilmiah, terkait dampak yang akan ditimbulkan kepada ekosistem jika wisata edukasi malam di KRB ini direalisasikan.
 
"Jadi saya minta agar konsep Glow ini dikaji dengan melibatkan para pakar untuk bisa memberikan jawaban terkait kekhawatiran publik. Karena semuanya harus ada data dan landasannya. Apakah nantinya adanya glow bakal mengganggu spesies KRB atau seperti apa, ini semua harus dilakukan kajian secara ilmiah ini yang harus kita fokuskan," katanya, kepada awak media Selasa 28 September 2021.
 
Atas hal itu, Pemkot Bogor meminta kepada DLH Kota Bogor, BRIN dan IPB University agar bisa memberikan jawaban terkait kekhawatiran ini kepada publik. Berdasarkan data dan riset yang saintifik tentunya.
 
"Saya minta DLH berkoordinasi dengan BRIN dan IPB agar minta memberikan jawaban soal kekhawatiran ini. Apapun jawabannya nanti dari hasil penelitian, akan kami koordinasikan lagi dengan PT MNR. Pada intinya kami akan pastikan semuanya berjalan sesuai dengan karakteristik Kota Bogor," katanya. 
 
Komisaris Utama PT Mitra Natura Raya (MNR) Ery Erlangga mengaku, secara umum pengembangan wisata edukasi malam bertajuk 'Glow' di KRB tentunya tetap mengedepankan hakikat KRB sebagai pusat konservasi dan riset.
 
"Kami tetap mengedepankan konservasi dan juga pemeliharaan situs-situs yang ada di KRB. Jadi tentunya kami juga menerima masukan data-data dari semua terkait dampak jika wisata edukasi malam ini terlaksana atau Glow. Kami juga tidak semerta-merta meninggalkan rambu-rambu konservasi dan edukasi. kami juga ikut menjaga. Mudah-mudahan dengan adanya penelitian dan data-data ini bisa menjawab semua kekhwatiran publik," ungkapnya.
 
Ery menegaskan, pada intinya wisata edukasi malam atau Glow di KRB itu masih sejalan dengan prinsip KRB sebagai pusat konservasi dan riset. 
 
"Karena apa-apa yang disuguhkan dalam Glow nantinya akan berisikan tentang sejarah KRB, sejarah konservasi dan edukasi lainnya bagi masyarakat," ujar dia. 
Reporter Yogi Faisal
Editor Firda Puri