KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Selain mendirikan sentra vaksinasi Covid-19 di seluruh wilayah di Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga melakukan vaksinasi secara door to door kepada masyarakat di seluruh pelosok wilayah Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, secara umum vaksinasi Covid-19 secara door to door ini dibantu oleh Tim Pemburu Vaksin yang terdiri dari Polisi Wanita (Polwan) Polresta Bogor Kota, Srikandi Satpol PP Kota Bogor, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) Kodim 0606/Kota Bogor, Wanita Angkatan Udara (Wara) Lanud Atang Sendjaja dan petugas wanita dari Dinas Perhubungan.
"Jadi kami menggunakan mobil vaksinasi Covid-19 untuk berkeliling ke pelosok-pelosok wilayah Kota Bogor. Sambil mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Makannya kami namakan vaksinasi door to door," katanya, Jumat 24 September 2021.
Kehadiran mobil vaksin ini untuk mendekatkan warga yang ingin divaksinasi, namun belum mendapatkan kesempatan ke sentra vaksin dengan berbagai macam kendala.
Sementara bagi warga lanjut usia (lansia) dan disabilitas yang tidak memungkinkan untuk berjalan ke mobil vaksin, disiapkan juga petugas untuk melakukan vaksinasi dari pintu ke pintu (door to door) ke rumah warga.
"Para petugas menjangkau pemukiman padat penduduk, melewati gang untuk mengajak warga untuk vaksin. Antusias warga sangat tinggi dan merasa terbantu dengan kehadiran mobil vaksin," akunya.
Hingga saat ini capaian vaksinasi Covid-19 Kota Bogor sudah mencapai lebih dari 80 persen, dari target 819.444 sasaran atau warga.
“Karena target vaksinasi semakin sedikit, tinggal 20 persenan lagi, strateginya sekarang jemput bola. Semua Dinas, Camat, Lurah bersama tim pemburu masuk ke pemukiman, telusuri gang, lorong sampai ketemu target warga yang belum divaksin,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, selain mencari target vaksinasi Covid-19. Tim Pemburu Vaksin dari lintas kesatuan ini hadir untuk memberikan pemahaman dan edukasi mengenai vaksin kepada warga.
“Dipilih anggota wanita agar lebih humanis. Sehingga bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang vaksin dan juga manfaatnya. Mereka nanti secara bergantian menyasar wilayah tingkat RT/RW yang warganya perlu didekatkan dengan menggunakan mobil vaksin,” katanya.