CILEUNGSI, AYOJAKARTA - Belum genap satu bulan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilaksanakan di Kabupaten Bogor, sejumlah pelajar diamankan petugas kepolisian lantaran terlibat dalam aksi tawuran.
Kapolsek Cileungsi Kompol Andri Alam mengatakan, tawuran antar pelajar tersebut terjadi antara SMK Yayasan Putra Negara Jonggol dengan SMK Pijar Alam 2 Cileungsi.
Tawuran antar pelajar tersebut terjadi pada Selasa 14 September 2021 pada pukul 01.00 WIB dini hari tadi, di Jalan Raya Cileungsi Jonggol, Kampung Cipeucang, Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Penangkapan sejumlah pelajar yang terlibat tawuran itu dilakukan berdasarkan adanya laporan dari masyarakat sekitar. Petugas yang mendapatkan laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan penindakan.
"Kami mendapatkan laporan dari warga soalnya adanya potensi tawuran. Akhirnya tim kami meluncur ke lokasi dan berhasil menggagalkan aksi tawuran pelajar tersebut," katanya, Selasa 14 September 2021.
Saat tiba di lokasi, petugas berhasil mengamankan salah satu pelajaran SMK Yayasan Putra Negara Jonggol berinisial MA yang diduga sedang menunggu rekan-rekannya.
"MA kami amankan dengan barang bukti berupa sebilah celurit. Dari situ kami mencoba menggali keterangan dan melakukan pendalaman," ujar Andri Alam.
Setelah mengantongi keterangan dari MA, petugas langsung mendatangi tempat berkumpul rekan-rekan sekolah MA di Kampung Pojok Salak RT02/09, Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor.
"Dengan kejadian tersebut tauran antar pelajar berhasil di cegah.
Selanjutnya para pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polsek Cileungsi guna pengusutan lebih lanjut," bebernya.
Atas kejadian tersebut, polisi mengamankan 8 orang pelajar yang diduga hendak melaksanakan tawuran pelajar. Tak hanya itu dari tangan pelajar polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 8 bilang celurit, 1 golok, 1 stik golf dan 6 unit sepeda motor.
"Atas perbuatannya itu para pelaku diancam Pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Saat ini kami juga sedang melakukan pemeriksaan dan pendalaman," tutupnya.