Bogor

Bima Arya Ingin Trem Kota Bogor Bisa Terealisasikan Sebelum Masa Jabatan Habis

Oleh: Yogi Faisal Senin 13 Sep 2021, 12:56 WIB
Bima Arya Ingin Trem Kota Bogor Bisa Terealisasikan Sebelum Masa Jabatannya Habis

 BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA - Rencana pembangunan moda transportasi publik berbasis rel baik Trem maupun Light Rail Transit (LRT) terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, pada 2024 mendatangi ia bermimpi agar Trem sudah bisa beroperasi melayani kebutuhan transportasi masyarakat Kota Bogor.
 
"Semoga saja sebelum saya selesai jadi Wali Kota Bogor, program Trem ini sudah bisa berjalan pembangunannya. Yah mungkin 2024 nantilah," katanya, Senin 13 September 2021.
 
Bima Arya mengaku sudah menyampaikan hasil kajian feasibility study (FS) dan konsep penerapan Trem Kota Bogor kepada pemerintah pusat. Agar hal ini bisa menjadi perhatian.
 
Demi merealisasikan Trem di Kota Bogor, diperlukan sejumlah anggaran yang cukup besar yakni sekitar Rp1,6 triliun. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkot Bogor, mengingat anggaran Kota Bogor cukup terbatas.
 
"Maknanya akhir pekan kemarin Trem ini juga sempat kami bahas dengan Pak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Khususnya soal anggaran pembangunan Trem ini," ujarnya.
 
Dari hasil perbincangannya dengan Menteri BUMN, Erick Thohir menyarankan agar Bima Arya segera menyampaikan wacana ini ke Presiden dan kementerian terkait. Sebab, masih ada dua hal yang harus diselesaikan. Yakni terkait pendanaan dan kelembagaannya. 
 
“Saya sudah laporkan ke presiden, tinggal dicari waktunya dengan dikoordinasikan dnegan menteri terkait supaya bisa segera disepakati model pendanaannya," ungkapnya.
 
Ada banyak potensi yang bisa dimanfaatkan terkait pendanaan Trem Kota Bogor ini. Misalnya, BUMN fokus membangun shelter pada Transit Oriented Development (TOD). Termasuk juga kemungkinan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang bisa menjadi operatornya.
 
“Jadi banyak celah lah. Saya dan Pak Erick sudah panjang membicarakan ini dan saya lihat Pak Erick antusias, dan semangat untuk mendorong ini agar bisa dibantu oleh pemerintah pusat dan kementerian terkait,” tutupnya
Reporter Yogi Faisal
Editor Husnul Khatimah