Bogor

Pemkot Bogor Berencana Memfungsikan Kembali Terowongan Kuno Era Belanda

Oleh: Yogi Faisal Jumat 03 Sep 2021, 15:12 WIB
BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memfungsikan kembali terowongan kuno era Belanda yang ditemukan petugas saat melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor beberapa waktu lalu. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah penyesuaian pembangunan di kawasan Nyi Raja Permas pasca temuan terowongan kuno era Belanda tersebut. Terlebih saat ini, Pemkot Bogor sedang melakukan pembangunan Alun-alun Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor, yang berjarak tidak jauh dengan lokasi penemuan terowongan kuno era Belanda itu. "Pada 2016 lalu Kota Bogor sudah memiliki master plan drainase Kota Bogor. Pasca temuan terowongan ini tentunya harus kami sesuaikan kembali. Apalagi kawasan ini akan terus kami bangun seperti alun-alun dan Masjid Agung Kota Bogor," katanya saat meninjau lokasi penemuan terowongan belum lama ini. Saat ini pihaknya bersama Universitas Pakuan dan IPB University serta pihak terkait lainnya sedang melakukan kajian terhadap penemuan terowongan kuno era Belanda tersebut. Sambil menunggu kajian, Pemkot Bogor juga terus melakukan penggalian dan pembersihan terowongan kuno era Belanda itu. "Saat ini terowongan kuno era Belanda itu sedang kami normalisasi dan kami keruk. Kami juga bersama pihak-pihak terkait sedang melakukan kajian soal ini. Kami ingin pastikan apakah terowongan kuno era Belanda ini bisa kami fungsikan kembali atau tidak. Kalau bisa nanti fungsinya sebagai apa akan kami kaji lebih lanjut," ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Pemeliharaan Rutin Jalan Dinas PUPR Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Dian Setiawan mengatakan, saat melakukan penggalian dan pemeriksaan terowongan para petugas menemukan sebuah ruang mirip dengan bungker. Menurut pengakuan para petugas, ruangan yang mirip bungker yang berada di dalam terowongan kuno era Belanda itu memiliki panjang sekitar 8,5 meter dengan lebar 2 meter dN tinggi 1,5 meter. "Petugas di lapangan menemukan sebuah ruangan seperti bungker di dalam terowongan itu. Tapi kami belum bisa pastikan apakah ruang itu berfungsi sebagai bungker atau seperti apa. Tapi sekilas memang terlihat seperti bungker," katanya. Demi mempercepat proses penggalian, pihaknya menerjunkan sebanyak 16 petugas untuk mengeruk sedimentasi dan menelusuri terowongan tersebut. "Saat ini progresnya kami masih terus masuk ke dalam terowongan dengan mengeruk sampah, mengukur dan mencari jalan untuk menarik sampah yang menumpuk dari bagian terowongan," ujarnya. Lantaran terowongan kuno era Belanda tersebut memiliki kontruksi yang cukup panjang, pihaknya mengaku mulai kehabisan oksigen dan kesulitan bernafas. Untuk itu pihaknya akan membuat bak kontrol saluran udara di area Dipo PT KAI, tepatnya di atas temuan bunker. (Yogi Faisal) Foto: Pemerintah Kota Bogor saat meninjau lokasi penemuan terowongan kuno era Belanda (Dok Pemkot Bogor)

 
KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memfungsikan kembali terowongan kuno era Belanda yang ditemukan petugas saat melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Nyi Raja Permas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor beberapa waktu lalu.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan sejumlah penyesuaian pembangunan di kawasan Nyi Raja Permas pasca temuan terowongan kuno era Belanda tersebut. 
 
Terlebih saat ini, Pemkot Bogor sedang melakukan pembangunan Alun-alun Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor, yang berjarak tidak jauh dengan lokasi penemuan terowongan kuno era Belanda itu.
 
"Pada 2016 lalu Kota Bogor sudah memiliki master plan drainase Kota Bogor. Pasca temuan terowongan ini tentunya harus kami sesuaikan kembali. Apalagi kawasan ini akan terus kami bangun seperti alun-alun dan Masjid Agung Kota Bogor," katanya saat meninjau lokasi penemuan terowongan belum lama ini.
 
Saat ini pihaknya bersama Universitas Pakuan dan IPB University serta pihak terkait lainnya sedang melakukan kajian terhadap penemuan terowongan kuno era Belanda tersebut. Sambil menunggu kajian, Pemkot Bogor juga terus melakukan penggalian dan pembersihan terowongan kuno era Belanda itu.
 
"Saat ini terowongan kuno era Belanda itu sedang kami normalisasi dan kami keruk. Kami juga bersama pihak-pihak terkait sedang melakukan kajian soal ini. Kami ingin pastikan apakah terowongan kuno era Belanda ini bisa kami fungsikan kembali atau tidak. Kalau bisa nanti fungsinya sebagai apa akan kami kaji lebih lanjut," ujarnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Pemeliharaan Rutin Jalan Dinas PUPR Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Dian Setiawan mengatakan, saat melakukan penggalian dan pemeriksaan terowongan para petugas menemukan sebuah ruang mirip dengan bungker.
 
Menurut pengakuan para petugas, ruangan yang mirip bungker yang berada di dalam terowongan kuno era Belanda itu memiliki panjang sekitar 8,5 meter dengan lebar 2 meter dN tinggi 1,5 meter.
 
"Petugas di lapangan menemukan sebuah ruangan seperti bungker di dalam terowongan itu. Tapi kami belum bisa pastikan apakah ruang itu berfungsi sebagai bungker atau seperti apa. Tapi sekilas memang terlihat seperti bungker," katanya.
 
Demi mempercepat proses penggalian, pihaknya menerjunkan sebanyak 16 petugas untuk mengeruk sedimentasi dan menelusuri terowongan tersebut.
 
"Saat ini progresnya kami masih terus masuk ke dalam terowongan dengan mengeruk sampah, mengukur dan mencari jalan untuk menarik sampah yang menumpuk dari bagian terowongan," ujarnya.
 
Lantaran terowongan kuno era Belanda tersebut memiliki kontruksi yang cukup panjang, pihaknya mengaku mulai kehabisan oksigen dan kesulitan bernafas. Untuk itu pihaknya akan membuat bak kontrol saluran udara di area Dipo PT KAI, tepatnya di atas temuan bunker. (Yogi Faisal)
 
Foto: Pemerintah Kota Bogor saat meninjau lokasi penemuan terowongan kuno era Belanda (Dok Pemkot Bogor)
Reporter Yogi Faisal
Editor Firda Puri