Bogor

Imbas Pandemi Covid-19, Sebanyak 41% Warga Kota Bogor Kehilangan Pekerjaan

Oleh: Yogi Faisal Jumat 20 Agu 2021, 09:40 WIB
Forkopimda Kota Bogor saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, di ruang rapat Paseban Sri Bima Balaikota Bogor

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA - Selama pandemi Covid-19, sebanyak 41% warga Kota Bogor kehilangan pekerjaan. Data tersebut diambil berdasarkan hasil survei antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama IPB University.
 
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, hasil survei juga menunjukan 65% warga Kota Bogor juga mengalami penurunan penghasilan akibat pandemi Covid-19.
 
"Pemkot Bogor bersama IPB University melakukan survei dengan mengambil sempel 20 ribu masyarakat di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Hasilnya pandemi Covid-19 membuat 41 persen warga Kota Bogor kehilangan pekerjaan, dan 65 persen warga mengalami penurunan penghasilan," katanya, Kamis 19 Agustus 2021.
 
 
"Yang paling banyak terdampak, sebagian besar berasal dari kategori pekerja lepas, harian dan mingguan. Tentunya ini harus ada langkah-langkah antisipatif sebelum nantinya dapat menimbulkan dampak yang lebih besar lagi," lanjut Bima. 
 
Dia menyebut, sebagian besar masyarakat yang terdampak yakni pekerja di bidang jasa, perhotelan, restoran, kafe, dan mal.  
 
Pun demikian, dari angka 65% responden yang menjawab menurun ada 3% mengaku pendapatannya justru meningkat. Khususnya, pendapatan yang berbisnis di bidang kesehatan dan bahan pokok.
 
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menilai, masalah ini perlu segera dicarikan jalan keluarnya. DPRD Kota Bogor bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), siap merumuskan kebijakan untuk menangani masalah ini kedepan.
 
Atang juga meminta agar Pemkot Bogor dan instansi terkait, merumuskan sejumlah langkah dan kebijakan apa yang mesti diambil untuk mengantisipasi kemungkinan terburuknya. 
 
"Mumpung saat ini sedang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), agar tepat kebijakannya segera rumuskan solusi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangnya. Agar kebijakan yang diambil nanti bisa terarah dan tepat sasaran," kata dia. 
 
Reporter Yogi Faisal
Editor Firda Puri