BOGOR SELATAN, AYOBOGOR - Pemberlakuan PSBB, PPKM Darurat, hingga PPKM Level 4, memberikan dampak tersendiri bagi perekonomian masyarakat.
Tak jarang banyak usaha dan bisnis masyarakat yang terpuruk, akibat adanya sejumlah kebijakan yang mengatur sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat.
Salah satu sektor usaha paling terdampak selama pandemi Covid-19 ini yakni bisnis perkawinan atau biasa disebut juga wedding organizer.
Tak bisa dipungkiri, pernikahan merupakan salah satu kegiatan masyarakat yang paling disoroti pemerintah. Sebab, resepsi pernikahan kerap kali mengundang keramaian.
Al hasil, pemerintah pun membatasi kegiatan resepsi pernikahan yang berujung pada turunnya minat masyarakat untuk menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19.
Eka Apriani salah satu pengusaha wedding organizer mengaku cukup terdampak dengan adanya pemberlakuan sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat ini.
Meski begitu ia mengaku tidak khawatir dengan kondisi tersebut. Sebab, ia sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk tetap bertahan meski di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Untuk tetap bertahan di tengah pandemi, Eka Apriani yang juga menjabat sebagai owner Eka Wedding Galery ini mengaku mensiasatinya dengan menyiapkan sejumlah promo menarik bagi para calon konsumennya.
"Salah satu cara kami mensiasatinya adalah dengan cara menyiapkan harga spesial. Jadi kami menyesuaikan dengan kondisi keuangan calon klien," katanya, kepada ayobogor.com Minggu 15 Agustus 2021.
Untuk harga promonya sendiri, pihaknya memulai dengan harga 15 juta. Jumlah tersebut sudah termasuk tempat yang konsepnya outdoor dan lengkap dengan dekorasi pernikahan lainnya.
"Tapi tetap, kami juga mengedepankan kondisi keuangan calon klien. Apalagi saat ini kondisi sedang pandemi Covid-19. Baik dari kapasitas tamu undangan dan biaya pernikahan kami menyesuaikan dengan kemampuan calon klien," ujarnya.
Biasanya dalam satu bulan, pihaknya bisa menerima tiga hingga empat klien. Bahkan sempat sesekali pihaknya tidak menerima klien dalam satu bulan.
Untuk mensiasati hal tersebut, Eka juga tak hanya bergantung pada wedding. Ia juga membuka usaha ternak kambing dan cafe, untuk membantu menopang pemasukannya.
"Kalo wedding sedang sepi, kami juga ada bisnis ternak kambing dan domba di Rancamaya Farm. Ada cafe juga. Jadi sistemnya subsidi silang. Kalau wedding sepi, ya kami mengandalkan omset cafe dan ternak kami. Demi tetap bertahan di kondisi pandemi," tutupnya.