BOGORTENGAH, AYOJAKARTA - Angka keterisian tempat tidur di 21 rumah sakit rujukan Covid-19, atau Bed Occupancy Ratio (BOR) mulai mengalami penurunan.
Jika sebelumnya angka BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor Sempat menyentuh angka 80 hingga 90 persen lebih. Kini, angka BOR turun menjadi 69,1 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, berdasarkan data terakhir pada Minggu 25 Juli 2021 kemarin. Dari 1254 tempat tidur khusus pasien Covid-19 di 21 rumah sakit rujukan, hanya 866 tempat tidur yang terisi.
"Angka keterisian tempat tidur di 21 rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bogor berkisar di angka 69,1 persen dari kapasitas yang ada," katanya, Selasa 27 Juli 2021.
Penurunan angka BOR di rumah sakit rujukan Covid-19 itu terjadi lantaran selama PPKM Darurat di Kota Bogor berlangsung, angka kesembuhan pasien Covid-19 alami peningkatan.
Berdasarkan data yang ada pada Satgas Covid-19 Kota Bogor, pada awal pemberlakuan PPKM ini Sabtu 3 Juli 2021. Angka kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 16.833 kasus.
Sementara pada akhir PPKM Minggu 25 Juli 2021 kemarin, angka kesembuhan pasien Covid-19 mencapai 26.807 kasus. Artinya selama PPKM Darurat di Kota Bogor ada 9.974 pasien positif Covid-19 sembuh pada periode itu.
Meski tren kasus pasien sembuh alami peningkatan dan angka BOR rumah sakit rujukan alami penurunan, namun hal tersebut tetap perlu menjadi catatan. Sebab, kondisi seperti ini masih jauh dari ketegori standar yang ditetapkan WHO.
"Standar WHO itu kan angka BOR haru di bawah 60 persen. Sedangkan angka BOR kita masih 69,1. Tentu kita karus berupaya lebih maksimal lagi untuk menekan pertumbuhan kasus positif, dan meningkatkan kasus sembuh," tutupnya