BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA - Lonjakan penumpang terjadi di Stasiun Bogor tepat di hari perdana pemberlakuan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, peningkatan penumpang tersebut terjadi lantaran sejumlah sektor perekonomian di Jakarta sudah mulai dibuka secara bertahap.
"Kenaikan penumpang ini terjadi lantaran imbas dari pembukaan sejumlah sektor perekonomian di Jakarta," katanya, kepada awak media Senin 26 Juli 2021.
Anne menyebut sejak pagi tadi pihaknya telah melayani sekitar 60 ribu penumpang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 20 persen dibandingkan pada PPKM sebelumnya.
"Yang biasanya sampai pukul 08.00 WIB kami melayani sekitar 40-50 ribu, hari ini hampir 60 ribu kita layani sampai pukul 8 pagi tadi. Jadi kenaikannya sekitar 20 hingga 25 persen," ujarnya.
Meski sejumlah sektor sudah mulai dibuka secara bertahap, pemeriksaan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) masih tetap diberlakukan pihaknya di Stasiun Bogor.
"Untuk dokumen perjalanan tidak ada yang berubah jadi pengguna jasa Commuter Line tetap membawa surat keterangan kerja baik dari perusahaan atau pemerintahan setempat," ungkapnya.
Penerapan protokol kesehatan di kereta juga masih sama. Termasuk aturan protokol kesehatan bagi para penumpang. Seperti penggunaan masker double sampai pembatasan kapasitas setiap gerbong.
"Kapasitas penumpang masih sama. Setiap gerbong hanya boleh 52 penumpang dan menggunakan masker double. Pokoknya aturan protokol kesehatan masih tetap sama," tutupnya.