BOGOR, AYOJAKARTA- Belum selesai dengan 95 kasus positif covid-19 di Perumahan Griya Melati, Bubulak, Bogor Barat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali dipusingkan dengan kemunculan klaster pondok pesantren di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, sebanyak 32 santri di salah satu pondok pesantren di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, terkonfirmasi positif covid-19 usai menjalani swab antigen pada Jumat 4 Juni 2021 kemarin.
"32 santri yang positif covid-19 itu didapat dari hasil pemeriksaan terhadap 398 santri dan 55 pengurus pondok pesantren," katanya, Minggu, 6 Juni 2021.
Berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, dari hasil penelusuran diduga 32 santri yang positif covid-19 ini terpapar dari tempat asalnya masing-masing.
"Ada dugaan bahwa mereka terpapar saat pulang kembali dari kampung halamannya. Ada yang dari luar Jawa, ada dari dalam Pulau Jawa juga,” ujar dia.
Saat ini, 32 santri yang terkonfirmasi positif covid-19 itu, 24 di antaranya tengah menjalani perawatan di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ciawi. Sementara 8 lainnya menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.
Atas kejadian tersebut, Bima Arya langsung menutup dan membatasi segala bentuk aktivitas keluar masuk di lingkungan pondok pesantren.
"Pertama kami menutup total, tidak boleh ada aktivitas keluar masuk dari dan menuju pesantren. Kedua, 421 santri dan pengurus akan kita lakukan swab PCR, meskipun sebelumnya antigen mereka negatif,” ujarnya.
Ketiga, lanjut Bima, pihaknya akan meminta agar pengurus pondok pesantren senantiasa berkoordinasi dengan Satgas untuk memastikan protokol kesehatan.
“Kami juga mengintruksikan kepada pengurus pondok pesantren untuk tidak dulu menerima kunjungan dari keluarga atau orangtua santri. Demi meminimalisir potensi penyebaran," katanya.
Bima juga memerintahkan Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik dengan menyuplai logistik.
“Jadi jangan sampai yang dari dalam belanja keluar atau belanja sendiri ke pasar karena mereka sedang isolasi. Di sana juga dibentuk posko gabungan antara ASN, TNI/Polri,” ujarnya.