BOGOR, AYOJAKARTA - Penambahan kasus positif covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor tampaknya membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kalang kabut.
Bukan tanpa alasan, penambahan kasus positif covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak yang mencapai 35 orang itu dikhawatirkan dapat menjadi batu sandungan bagi Pemkot Bogor untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Juli nanti.
"Inilah yang kita sesalkan. Semua mestinya memahami bahwa kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik, membatasi kegiatan di masyarakat selama libur lebaran dan ramadhan, tujuannya untuk memastikan agar bahwa di bulan Juli nanti kita dapat menggelar PTM," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, kepada awak media saat menyambangi Perumahan Griya Melati Bubulak, Kamis 20 Mei 2021.
Dedie bercerita, anak-anak Kota Bogor sudah satu setengah tahun lebih belajar dari di rumah. Makannya Pemkot Bogor terus berusaha menekan potensi penyebaran covid-19, agar status covid-19 Kota Bogor menjadi kuning atau hijau agar bisa PTM. Sebab salah satu syarat PTM minimal potensi penyebaran covid-19 wilayah zona kuning atau zona hijau
"Kota Bogor saat ini berada di zona orange. Di mana kondisi kita saat ini menjadi rentan akibat kejadian ini. Apalagi dengan penambahan kasus yang signifikan seperti ini. Kami tidak mau nanti anak di daerah lain bisa sekolah, tapi anak-anak Kota Bogor belum bisa. Itu yang kita takutkan," ujarnya.
Dedie berharap 35 kasus positif covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak ini tidak akan berimbas pada status zona penyebaran covid-19 Kota Bogor.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan, dan patuh terhadap kebijakan dan ketentuan pemerintah dalam penanganan covid-19.
"Semoga saja kemungkinan terburuk yang kita semua takutkan itu tidak terjadi," katanya.