Bogor

2024 Trem Ditargetkan Mulai Beroperasi di Kota Bogor

Oleh: Admin Senin 10 Mei 2021, 12:56 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT KAI dan PT Iroda saat membahas wacan trem Kota Bogor

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT KAI dan PT Iroda kembali melakukan pembahasan, terkait rencana pembangunan moda transportasi berbasis rel (Trem) di Kota Bogor.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan, pembahasan tersebut meliputi studi kelayakan trem di diterapkan di Kota Bogor, hingga pembahasan mekanisme pembiayaan trem.

"Kami membahas terkait dengan studi kelayakan trem di Kota Bogor. Kita juga sempat membahas bagaimana caranya agar trem ini terintegrasi dengan moda transportasi lain yang ada di Kota Bogor," katanya, Senin 10 Mei 2021.

Rencananya trem di Kota Bogor bakal terintegrasdengan stasiun kereta api, MRT, stasiun Bogor dan konektivitas dengan beberapa moda transportasi lainnya.

Pihaknya juga membahas terkait anggaran membangun trem yang membutuhkan dana sekitar Rp 1,9 Triliun. 

"Terkait anggaran ini kami mencari dengan dua cara yakni government funding atau corporate funding. Corporate funding lebih diperuntukkan mengembangkan TOD di Kota Bogor yang mana regulasi dan perwali-nya sedang disusun," katanya.

Anggaran Rp 1,9 Triliun ini dibutuhkan untuk membangun trem dan memperkuat kelembagaan PDJT. Rencana meluncurnya trem di Kota Bogor ini ditargetkan sudah harus beroperasi pada 2024 mendatang.

"Rute tremnya dari Baranangsiang ke Otista, Juanda, Kapten Muslihat, Nyi Raja Permas, MA. Salmun, Sawojajar, ke Sudirman balik lagi Otista. Ini koridor satu ini yang akan diproses dulu," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, secara umum Menteri BUMN Erick Thohir mendukung adanya trem di Kota Bogor.

"Beberapa waktu lalu Pak Wali sudah bertemu dengan Menteri BUMN, pak menteri pada prinsipnya akan mendukung program trem ini," katanya.

Meski sudah mengantongi restu dari Menteri BUMN, Pemkot Bogor diminta untuk memikirkan matang-matang skema apa yang nantinya bakal digunakan untuk mengelola trem.

"Kita diminta untuk mencari skema terbaiknya. Apakah menggunakan sistem Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sistem investasi atau seperti apa masih kami cari rumusannya," ujarnya.

Menteri BUMN dan Pemkot Bogor juga setuju, untuk melibatkan BUMN lainnya, untuk mensukseskan program trem di Kota Bogor. Seperti melibatkan PT KAI maupun PT INKA dalam program trem tersebut.

"Kami berharap BUMN seperti PT KAI dan PT INKA bisa ikut serta kedepannya untuk melakukan pengelolaan bersama untuk trem ini. Karena kedua BUMN ini memang bergerak di bidang transportasi berbasis rel," tutupnya. 
Reporter Admin
Editor Husnul Khatimah