BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Kabar baik datang untuk warga korban bencana banjir bandang awal 2020 silam. Setelah setahun lebih warga mengungsi dan kehilangan tempat tinggal, dalam waktu dekat warga bakal mendapatkan hunian baru dari pemerintah.
Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Agus Suyatna mengatakan, secara umum pembangunan 563 hunian tetap (Huntap) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) hampir selesai.
Bahkan, dalam waktu ini ratusan huntap tersebut sudah bisa diisi oleh para korban bencana.
"Walaupun belum 100 persen selesai, tapi Kementerian PUPR yang membangun huntap ini meminta kami untuk mendata, mengalokasikan huntap untuk warga," katanya, Jumat (26//3/2021).
Saat ini, DPKPP Kabupaten Bogor tengah melakukan pendataan kepada warga korban bencana yang nantinya bakal menjadi landasan pemberian huntap tersebut.
Setelah pendataan dilakukan, nantinya warga akan menjalani pengundian untuk menentukan rumah mana yang nantinya bakal ditempati.
"Jadi sistemnya diundi. Jadi warga tidak bisa memilih mau rumah yang ini atau yang itu. Ini kami lakukan untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Secara umum, huntap tersebut diperuntukkan untuk masyarakat yang benar-benar kehilangan tempat tinggal saat bencana banjir dan longsor menerjang Kabupaten Bogor awal 2020 silam.
Agus pun mengklaim saat ini huntap tersebut sudah berada dalam kondisi siap untuk dihuni. Hanya saja, pemerintah masih harus memenuhi beberapa kebutuhan warga seperti listrik, air bersih, juga drainase.
"Jadi listrik, air bersih dan drainase saat ini sedang proses, pemenuhan listriknya sedang proses tahap lelang. Setelah semua itu selesai, baru lah diisi oleh warga. Nanti kami juga meminta arahan dari kementerian untuk pengisian hunian tersebut," ujarnya.
Sekedar diketahui, pembangunan 563 huntap oleh Kementerian PUPR tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda. Rinciannya di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya sebanyak 358 huntap, dan 205 huntap di bangun di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Lestiana Irmawati mengatakan, meski saat ini pembangunan 563 huntap hampir selesai, namun jumlah tersebut masih belum cukup memenuhi kebutuhan hunian korban bencana.
Irma juga membenarkan jika jumlah huntap tersebut masih kurang dari kebutuhan. Lantaran jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana mencapai hampir 2000 ribu KK.
"Memang masih kurang, tapi kan kami terus berusaha untuk melakukan pembangunan Huntap secara bertahap," ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah mengajukan permohonan pembangunan 500 Huntap kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 500 Huntap kepada pemerintah provinsi, dan 500 Huntap lainnya ke Kemen-PUPR.
Disinggung soal kapan pembangunan tersebut bisa rampung, pihaknya mengaku tak bisa memberikan komentar banyak mengenai hal ini. Sebab, pembangunan Huntap ini bakal dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat.
"Kami belum bisa pastikan kapan selesainya, soalnya yang mengerjakan langsung dari pemerintah pusat. Kami Pemkab Bogor hanya menyediakan lahan," ujarnya.