Bogor

Ratusan Sekolah di Bogor Berbondong-bondong Ingin Sekolah Tatap Muka

Oleh: Admin Senin 22 Mar 2021, 09:20 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan, saat melakukan kunjungan ke SDIT Al Fatih di Kampung Muara, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor (Yogi Faisal/ AyoBogor)

CIBINONG, AYOJAKARTA.COM - Masa uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM), yang dilakukan 170 sekolah di Kabupaten Bogor, nampaknya berjalan mulus.

Hal tersebut diungkapkan langsung Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Atis Tardiana.

Atis mengatakan, sejak diberlakukannya uji coba PTM di Kabupaten Bogor pada Senin (15/3) kemarin, antusias siswa guru pun cukup tinggi, mengingat sudah setahun lebih pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan akibat pandemi covid-19.

Bahkan sejak diberlakukan PTM satu pekan kebelakang, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor belum menerima, adanya kasus positif covid-19 di 170 sekolah yang menggelar PTM.

"Hari ini tepat satu pekan kita melakukan uji coba PTM di 170 sekolah di Kabupaten Bogor. Hasilnya alhamdulilah semuanya berjalan dengan baik," katanya, Senin (22/3).

Meski begitu, pihaknya mengaku akan terus mengawasi jalannya PTM di 170 sekolah tersebut. Hal ini bertujuan, agar trend baik ini tetap terjaga dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita akan terus awasi semuanya, mulai dari protokol kesehatan di lingkungan sekolah, hingga proses pembelajaran dari mulai murid masuk kelas sampai pulang," ucapnya.

Kondisi tersebut, rupanya memicu sejumlah sekolah untuk berbondong-bondong mengajukan permohonan PTM ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Bahkan, sejauh ini sudah ada sekitar 100 sekolah lebih, yang melayangkan permohonan pengajuan PTM.

Meski begitu, pihaknya mengaku harus melakukan verifikasi dan validasi kesiapan sekolah-sekolah tersebut sebelum diijinkan menggelar simulasi PTM. "Tapi tetap semuanya harus kita verifikasi dahulu sebelum kita berikan izin," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada intinya, untuk menggelar PTM di sekolah, ada empat faktor yang mesti dipenuhi oleh setiap sekolah.

Pertama, setiap sekolah yang hendak mengajukan izin PTM harus masuk dalam kategori siap. Baik dari segi sarana dan prasarana protokol kesehatan, hingga persyaratan lainnya.

Kedua, sarana dan prasarana protokol kesehatan harus benar-benar dipastikan dan bisa digunakan. "Ketiga izin dari orang tua dan komite, keempat izin dari pemerintah daerah. Jadi ini harus dipenuhi demi memutus potensi penyebaran covid-19," jelasnya.

Selain empat faktor tersebut, pihak sekolah juga mesti benar-benar memastikan, jika peserta didik yang menjalani PTM di sekolah langsung kembali ke rumah.

"Anak-anak juga diharuskan langsung pulang ke rumah setelah dari sekolah, ini semua demi menjaga. Karena kami tidak mau ada istilah kluster sekolah," ucapnya.

Ia juga tak segan, untuk mencabut izin PTM bagi sekolah, jika kedapatan kasus positif covid-19 di sekolah. "Kalau ada kasus positif covid-19 di satuan pendidikan, maka PTM akan kami hentikan dan pembelajaran harus daring lagi," tegasnya.

Sekedar diketahui, setidaknya, ada 170 sekolah yang sudah mulai menggelar PTM di Kabupaten Bogor sejak Senin (15/3) kemarin. 170 sekolah ini terdiri dari berbagai jenjang di setiap kecamatan.

"Jadi SMA, SMP, SD, MA, MTS, MI masing-masing satu di setiap kecamatan. 170 sekolah ini terdiri dari 29 SD, 28 SMP, 32 SMA dan 32 SMK. Kemudian untuk MI ada 24 sekolah, MTS 18, MA 8 sekolah," tutupnya.

Reporter Admin
Editor Husnul Khatimah