BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Ribuan rumah di kawasan Villa Nusa Indah 1 dan 2, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor masih terandam banjir.
Namun sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (8/2/2021), banjir berangsur surut dari semula setinggi 120 cm menjadi sekitar 50 cm.
"Jelang sore tadi banjir mulai surut, sekarang ketinggian banjir 50 cm," kata Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) Puarman, saat dihubungi Ayojakarta.
Puarman menyebutkan, banjir yang terjadi Senin pagi tadi merendam 1.932 rumah di 13 RW. Terdapat 9.528 jiwa terdampak banjir. Sementara sebagian warga terpaksa harus mengungsi ke beberapa tempat.
"Ada yang mengungsi ke beberapa tempat seperti rumah saudaranya. Ada juga yang memilih bertahan di lantai dua," kata Puarman.
Saat ditanya penyebab kawasan tersebut yang kerap banjir beberapa tahun belakangan ini tiap kali terjadi musim hujan. Terlebih, jika hulu sungai diguyur hujan deras. Banjir terparah terjadi pada awal Januari 2020 lalu. Ketinggian air saat itu hingga mencapai 2 meter.
"Penyebabnya kerusakan lahan di hulu. Kemudian juga karena penyempitan dan pendangkalan sungai," ujarnya.
Menurutnya, banjir dapat dicegah jika program pengendalian banjir dari Kementerian PUPR sudah terealisasi. Selain itu, perlu juga dibuatkan standar penanganan operasional (SOP) pada saat bencana.