Bogor

Stasiun Bogor dan Paledang Bakal Ditata Terintegrasi

Oleh: Admin Selasa 06 Okt 2020, 16:23 WIB
Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemkot Bogor menggelar rapat koordinasi, Selasa (6/10/2020). (dok Pemkot Bogor)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemkot Bogor menggelar rapat koordinasi, Selasa (6/10/2020).

Rapat tersebut membahas proyek jalur ganda (double track) Bogor-Sukabumi dan penataan terintegrasi kawasan Stasiun Bogor dan sekitarnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, terkait double track Bogor-Sukabumi dibahas mengenai rencana lanjutannya, termasuk soal fungsi Stasiun Bogor dan Paledang.

AYO BACA : 7 Kelurahan dan 178 RW di Kota Bogor Zona Merah Covid-19

"Ada beberapa hal yang kita bahas dan harus betul-betul dikoordinasikan secara teknis. Pertama, fungsi dari Stasiun Bogor yang selama ini jalur Bogor-Sukabumi itu memakai Stasiun Paledang. Ke depan, rencananya akan diintegrasikan. Tidak lagi memakai Stasiun Paledang saja, tapi diintegrasikan antara Stasiun Bogor dan Paledang,” ungkap Dedie, Selasa (6/10/2020).

Disampaikan pula kegiatan prioritas penertiban lahan 9 kelurahan yang terdampak proyek double track tersebut, yakni Kelurahan Paledang (12 bidang), Kelurahan Gudang (3 bidang), Kelurahan Bondongan (7 bidang), Kelurahan Empang (201 bidang), Kelurahan Batutulis (68 bidang), Kelurahan Cipaku (34 bidang) dan Kelurahan Genteng (1 bidang).

“Jadi ada beberapa dampak dari pembangunan double track. Kita dukung secara penuh dan Alhamdulillah ini masuk di Program Strategis Nasional (PSN),” katanya.

AYO BACA : Kasus Positif Covid-19 Kota Bogor Bertambah 28

Selain double track, rapat tersebut juga membahas mengenai rencana penataan terintegrasi antara Stasiun Bogor, Alun-Alun dan Masjid Agung. 

“Saat ini kita sedang membangun alun-alun dan Masjid Agung. Jadi, Stasiun Bogor ini tidak bisa lepas. Selain diintegrasikan juga harus mempertimbangkan seluruh kawasan secara terpadu agar secara perancangan dan desain tuntas menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di situ atau memprediksi permasalahan yang ada di situ,” ujar Dedie.

Sementara itu, Kepala BTP Wilayah Jawa Bagian Barat Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Erni Basri mengatakan akan terus berkoordinasi dengan Pemkot Bogor agar proyek tersebut berjalan lancar dan bisa disesuaikan dengan rencana-rencana pemerintah setempat.

“Pak Wali minta mobilitas benar-benar disiapkan dengan baik, tentu kita harus bicarakan dengan unit-unit kerja terkait. Memang kalau untuk kawasan ke Pemkot, kita dari sisi teknis. Insyaallah kami mohon dukungan juga karena pekerjaan double track ini juga kan di sisi sungai. Mudah-mudahan semua lancar. Challenging kita bagaimana bekerja dalam kondisi Covid ini, mudah-mudahan semua lancar,” jelasnya.

AYO BACA : Bima Arya Sebut Perkantoran jadi Klaster Covid-19 Paling Berbahaya di Bogor

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono