Bogor

Jadi Sebaran Covid-19, Pemkot Bogor Lakukan Audit Menyeluruh di Rumah Sakit

Oleh: Admin Jumat 12 Jun 2020, 08:26 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya/ instagram: @bimaaryasugiarto

KOTA BOGOR, YOJAKARTA.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya mengumpulkan 21 pimpinan rumah sakit yang ada di Kota Bogor melalui saluran video conference. Pertemuan virtual tersebut digelar setelah adanya kasus terkonfirmasi positif di lingkungan rumah sakit.

“Saya melakukan video conference dengan seluruh pimpinan rumah sakit di Kota Bogor, mengingatkan kembali untuk betul-betul memperhatikan protokol kesehatan. Semuanya akan kita audit lagi terkait dengan triase pasien, standar sarananya, standar ruang isolasi, APD, hand hygiene, pengolahan limbah, linen, sterilisasi ruangan, kewaspadaan outbreak, disaster plan RS dan surveilans aktif RS. Kita audit semuanya,” ungkap Bima Arya, Kamis (11/6/2020) sore.

Ia menambahkan, secara khusus Pemkot Bogor berkoordinasi dengan rumah sakit ini untuk mengecek keseluruhan dan secara rutin melakukan rapid dan swab kepada seluruh personel yang ada di rumah sakit. 

AYO BACA : Kabupaten Bogor Konfirmasi 11 Tambahan Pasien Positif Covid-19

“Tapi ini pun kita berlakukan kepada semua, kewaspadaannya kita tingkatkan untuk semua,” katanya.

Secara umum, lanjutnya, seharusnya semua rumah sakit siap dan telah melakukan antisipasi sebelum ada Covid-19. 

“Karena sudah tervalidasi dalam parameter akreditasi rumah sakit. Bahkan, dalam peraturan perundang-undangan, RS juga diwajibkan melakukan mitigasi potensi-potensi infeksi,” kata Bima.

AYO BACA : Lipi Uji Klinis Produk Herbal untuk Covid-19, Begini Hasilnya

Rumah sakit kata Bima juga diminta meningkatan kewaspadaan, evaluasi tim pencegahan dan penanggulangan infeksi serta menerapkan langkah-langkah pencegahan tambahan empiris atas kasus pasien dalam pengawasan dan konfirmasi Covid-19.

"Seperti kewaspadaan kontak dan droplet, kewaspadaan airborne pada prosedur yang menimbulkan aerosol. Selain itu, juga selalu monitoring dan evaluasi terkait penggunaan dan jumlah APD serta pengelolaan limbah rumah sakit,” tambahnya.

Dari data yang diterima Bima Arya, dari kelompok tenaga kesehatan yang terinfeksi adalah dokter, perawat, radiografer, bidan dan fisioterapi. 

“Sementara yang di luar tenaga kesehatan antara lain orang yang berobat ke rumah sakit, keluarga tenaga kesehatan, pasien yang sedang dirawat dan teknisi IT di rumah sakit. Jangan sampai RS jadi episentrum baru Covid-19,” kata Bima. 


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.   Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Rapid Test Massal, Seluruh Anggota Polresta Bogor Negatif Covid-19

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati