Bogor

Lipi Uji Klinis Produk Herbal untuk Covid-19, Begini Hasilnya

Oleh: Admin Kamis 11 Jun 2020, 20:18 WIB
[Ilustrasi] Lipi uji klinis produk herbal untuk Covid-19 (dok)

CIBINONG, AYOJAKARTA.COM -- Uji klinis kandidat immunomodulator yang berasal dari tanaman herbal asli Indonesia untuk pasien Covid-19 dilakukan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. 

Uji klinis dilakukan tim dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan tim dokter Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran dengan pendampingan regulasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Uji klinis dilakukan pada 90 pasien Covid-19. Dua produk yang di uji klinis adalah Cordyceps militaris dan kombinasi herbal yang terdiri dari rimpang jahe, meniran, sambiloto dan daun sembung. 

“Uji klinis ini merupakan tonggak sejarah bagi pengembangan suplemen dan obat di Indonesia,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko melalui keterangannya, Kamis (11/6/2020). 

AYO BACA : LIPI Cibinong Bisa Uji Ribuan Sampel Covid-19 Setiap Hari

Handoko menuturkan bahwa uji klinis produk herbal ini merupakan yang pertama di Indonesia yang ditujukan untuk penangan Covid-19 yang dipimpin dan dirancang oleh peneliti Indonesia.

Dirinya menjelaskan, bila berhasil uji klinis ini akan membuktikan bahwa suplemen yang selama ini telah diproduksi bisa diklaim untuk penanganan Covid-19. 

"Sehingga berpotensi untuk menjadi produk ekspor unggulan Indonesia,” ungkap Handoko. 

Masteria Yunovilsa Putra dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI selaku Koordinator Kegiatan Uji Klinis Kandidat Immunomodulator dari Herbal untuk Penanganan COVID-19 menjelaskan, kombinasi herbal yang sedang diuji klinis tersebut sudah memiliki nomor izin edar. 

AYO BACA : LIPI Rilis Daftar 18 Produk Rumah Tangga yang Mengandung Disinfektan

“Ada prototype dan datanya serta sudah memiliki izin edar dari BPOM,” jelas Masteria. 

Dirinya mengungkapkan, obat dan suplemen herbal ini diharapkan tidak hanya untuk mengobati, namun dapat digunakan sebagai pencegahan untuk Orang dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasi Covid-19. 

“Diharapkan pada bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat,” ujar Masteria.

Dia menambahkan bahwa risetnya sendiri telah dilakukan sejak bulan Maret lalu yang diawali dengan pengkajian ilmiah terhadap 

beberapa komoditas herbal Indonesia yang diperkirakan memiliki aktivitas imunomodulator. Kegiatan pengkajian ilmiah ini dikerjakan oleh tim peneliti LIPI, Universitas Gadjah Mada, dan PT Kalbe Farma. 

“Harapannya jika nanti tanaman herbal ini lulus uji klinis, ketersediaanya terjamin dan dapat mudah ditemukan di sekitar,” papar Masteria.

AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor, Kasus Positif dan PDP Bertambah 3 Pasien

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono