Bogor

Sidak Pasar, Satgas Pangan Kota Bogor Temukan Telur Infertil yang Dilarang Dijual

Oleh: Admin Minggu 17 Mei 2020, 21:28 WIB
Sebagai ilustrasi telur. shutterstock

KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Satgas Pangan Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua titik pasar di Kota Bogor. Petugas menemukan pedagang yang menjual telur infertil atau hatched egg (HE), baik di Pasar Bogor maupun pasar Anyar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Anas Rasmana menyatakan, telur HE ini seharusnya tidak boleh diperdagangkan. Telur HE sendiri berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler atau ayam pedaging. Telur tersebut bisa berasal dari telur fertil namun tak ditetaskan perusahaan breeding, tetapi seharusnya tak dijual sebagai telur konsumsi di pasar.  

AYO BACA : Petugas Gabungan Sidak Daging Oplosan di Pasar Tradisional Kota Bogor

“Pedagang menjualnya dengan kondisi sudah direbus. Memang masih layak konsumsi tapi tidak boleh diperjualbelikan. Yang tidak boleh dikonsumsi yang dijual dalam keadaan rusak. Itu banyak kami temukan dalam sidak semalam,” ungkap Anas dalam keterangan persnya, Minggu  (17/5/2020).

Ia menambahkan, akan melakukan pendalaman terhadap temuan ini hingga mencari perusahaan yang mendistribusikan telur HE tersebut. 

AYO BACA : Jelang Lebaran, Pemkot Bogor Klaim Harga Stabil

“Untuk penjualannya ada sanksi. Baik teguran maupun pidana. Kita bekerjasama dengan kepolisian mencari sumbernya. Infonya dari luar Kota Bogor,” kata Annas.

Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Muzakkir, mengaku penjual telur HE tersebut didapati di luar area pengelolaannya. 

“Jadi itu pedagang bukan yang ada di dalam pasar. Pedagang itu berjualan di luar pasar. Kami masih melakukan penyelidikan, dari mana mereka dapat, kemana saja menjualnya. Yang pasti kita akan melakukan pencegahan, tidak boleh ada lagi jualan telur seperti itu di dalam pasar dan dengan ada temuan tadi malam kita lebih perketat lagi di pasar kita supaya pedagang telur yang ada di dalam pasar kita berikan edukasi supaya mereka tidak salah mengambil sumber telurnya,” kata Muzakkir. 

AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor : Total Pasien Positif 62

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati